STNK.CO.ID – 01 Juli 2026 | Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup memastikan bahwa kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin tidak mempengaruhi kelanjutan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menegaskan bahwa titik api berada jauh dari area yang telah disiapkan untuk proyek strategis tersebut. “Seharusnya sih enggak (berpengaruh) ya. Kita upayakan tumpukan sampah ini dijauhkan dari rencana lahan yang untuk PSEL,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (30/6/2026).
Kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai terdeteksi pada Senin (29/6/2026) siang, namun api dengan cepat membesar akibat musim kemarau dan angin kencang. Hingga Rabu (1/7/2026), api masih berkobar di beberapa titik, meluas hingga 5 hektare. Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa upaya pemadaman dari darat mengalami kendala karena tumpukan sampah yang menggunung dan akses yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. “Tadi sudah kedatangan juga dari Dirjen Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Rencananya beliau akan melakukan upaya melalui udara, pakai helikopter gitu kan, untuk penyiraman dari atas. Karena ada lokasi yang tidak bisa dimasuki oleh kendaraan, baik beko, truk sampah, maupun alat pemadam kebakaran,” jelas Maesyal.
Pemkab Tangerang pastikan kebakaran TPA Jatiwaringin tak pengaruhi proyek PSEL, dan hal ini kembali ditegaskan oleh Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB untuk mendatangkan helikopter water bombing guna memadamkan api dari udara. Saat ini, 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan 30 personel dikerahkan, namun asap hitam pekat dan angin kencang menjadi tantangan utama. “Saya berkoordinasi dengan BNPB ya, sambil terus memantau dan seoptimal mungkin. Sementara kita upayakan tanpa ada bantuan helikopter ya. Tapi, saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan api dari atas ya, dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api itu,” ungkap Achmad Taufik.
Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh petugas, tetapi juga oleh warga sekitar. Sebanyak 15 warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, terpaksa dievakuasi ke kantor desa setempat karena terdampak asap tebal. Mereka mayoritas adalah ibu hamil dan anak-anak yang rentan terhadap gangguan pernapasan. Meskipun demikian, proses pembuangan sampah ke TPA Jatiwaringin tetap berjalan normal. Ujat Sudrajat menambahkan, “Proses angkut dan pembuangan sampah enggak terhambat. Karena pembuangan kan di sebelah kiri sana, masih tetep jalan, dan itu tidak terdampak, dan jauh dari titik api. Jadi pelayanan tetap kita lanjutkan, kita laksanakan.”
Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu operasional pengelolaan sampah di wilayah Tangerang Raya. Namun, Pemkab Tangerang pastikan kebakaran TPA Jatiwaringin tak pengaruhi proyek PSEL yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Proyek PSEL sendiri merupakan inisiatif pengelolaan sampah modern yang mengubah sampah menjadi listrik, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang menumpuk di TPA dan menyediakan energi alternatif bagi masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, kebakaran ini menyoroti pentingnya mitigasi bencana di tempat pembuangan akhir, terutama saat musim kemarau. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan penyiraman preventif beberapa hari sebelum kejadian, namun angin kencang memicu penyebaran api. “Melihat cuaca panas seperti ini, sebetulnya sudah kita mitigasi. Dimana, Dinas Lingkungan Hidup dengan BPBD sudah berupaya juga untuk menyiram sebelum kejadian, beberapa hari yang lalu. Namun memang, dalam perjalanannya, percikan api ini ada ditambah angin kencang, sehingga cepat menjalar,” terang Maesyal Rasyid.
Hingga saat ini, status kebencanaan masih siaga satu, artinya upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah meluasnya api ke permukiman atau fasilitas umum di sekitar TPA. Bantuan helikopter dari BNPB diharapkan tiba pada Rabu (1/7/2026) atau Kamis (2/7/2026) untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses. Pemkab Tangerang pastikan kebakaran TPA Jatiwaringin tak pengaruhi proyek PSEL, dan semua pihak optimis proyek tersebut tetap berjalan sesuai jadwal.
Ke depan, pemerintah daerah berencana mengevaluasi sistem pengelolaan sampah dan sistem tanggap darurat kebakaran di TPA untuk mencegah kejadian serupa. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran di musim kemarau dan segera melaporkan jika melihat titik api. Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah yang baik dan infrastruktur pemadam kebakaran yang memadai sangat penting untuk keselamatan bersama.
Kesimpulannya, meskipun kebakaran TPA Jatiwaringin menimbulkan kekhawatiran, pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan api dan memastikan proyek PSEL tidak terganggu. Dengan dukungan BNPB dan koordinasi antara dinas terkait, diharapkan api segera padam dan aktivitas di TPA kembali normal dalam waktu dekat.




