Daftar Isi
STNK.CO.ID – 05 Juli 2026 | Houston – Penampilan gemilang Brahim Díaz menjadi sorotan utama saat Timnas Maroko berhasil mengalahkan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Kanada, dengan skor telak 3-0 pada babak 16 besar, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat. Dua assist yang diciptakan pemain Real Madrid itu tidak hanya memastikan kemenangan, tetapi juga memecahkan rekor assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia untuk pemain Afrika.
Mentalitas Baja Maroko Kunci Kemenangan
Pertandingan yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, ini berjalan ketat pada babak pertama. Kedua tim saling jual beli serangan, namun belum ada gol tercipta hingga turun minum. Maroko bahkan harus kehilangan gelandang Ismael Saibari karena cedera. Namun, setelah jeda, Maroko tampil lebih agresif dan dominan. Brahim Díaz menjadi motor serangan dengan visi bermain dan akurasi umpan yang luar biasa.
“Mentalitas yang kami tunjukkan benar-benar luar biasa. Itulah yang membuat perbedaan di pertandingan seperti ini. Maroko ada di sini, kami ingin terus berjuang dan melangkah lebih jauh. Sekarang saatnya merayakan, tapi juga segera mempersiapkan laga berikutnya,” ujar Díaz dalam wawancara seusai pertandingan.
Gol dan Assist yang Menentukan
Gol pertama Maroko lahir pada menit ke-82 melalui Azeddine Ounahi, memanfaatkan umpan matang dari Brahim Díaz. Tak berselang lama, Soufiane Rahimi menggandakan keunggulan pada menit ke-90+8, lagi-lagi dengan assist dari Díaz. Dengan dua assist tersebut, total koleksi assist Díaz di Piala Dunia 2026 menjadi empat. Ia resmi memecahkan rekor assist terbanyak untuk pemain Afrika, melampaui Asamoah Gyan (Ghana) dan Tahar El-Khalej (Maroko) yang sebelumnya sama-sama mencatat tiga assist.
Pencapaian ini semakin impresif karena Díaz baru mencatatkan lima penampilan di putaran final Piala Dunia. Ia juga menjadi pemain paling kreatif kedua di turnamen ini, hanya kalah dari beberapa pemain lain. Rekor ini menegaskan kualitas Brahim Díaz sebagai salah satu gelandang serang terbaik di dunia saat ini.
Bukan Sekadar Revans, Melainkan Ambisi Besar
Dengan kemenangan ini, Maroko melaju ke perempat final dan akan menghadapi pemenang antara Prancis dan Paraguay. Banyak pihak yang mengaitkan potensi pertemuan dengan Prancis sebagai revans atas kekalahan di semifinal Piala Dunia 2022. Namun, Brahim Díaz menepis anggapan tersebut.
“Saya tidak suka bicara soal revans karena saya bukan tipe orang seperti itu. Saya rendah hati dan tetap berpijak di tanah. Yang terpenting adalah kami sudah di perempat final. Mari kita lihat siapa lawan berikutnya,” tegas Díaz. Meski demikian, ia mengakui akan lebih istimewa jika bertemu Prancis karena memiliki rekan setim di Real Madrid, yaitu Aurélien Tchouaméni dan Kylian Mbappé.
Dukungan Fans Maroko Jadi Motivasi Tambahan
Di luar lapangan, Brahim Díaz juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada suporter Maroko yang selalu memberikan dukungan luar biasa. “Saya sangat senang dengan apa yang saya raih dan bagaimana saya membantu tim. Dukungan dan kasih sayang yang saya terima dari seluruh Maroko sejak saya bergabung sungguh luar biasa. Bisa membalasnya di lapangan dengan performa terbaik adalah hal yang unik. Saya juga memiliki rekan setim yang hebat, semuanya menjadi lebih mudah,” pungkasnya.
Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa Maroko bukan sekadar tim kejutan di Piala Dunia 2022, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan. Dengan Brahim Díaz sebagai pengatur serangan, peluang Maroko untuk melangkah lebih jauh sangat terbuka lebar.
Rekor dan Statistik Brahim Díaz di Piala Dunia 2026
- 4 assist (rekor terbanyak pemain Afrika sepanjang sejarah Piala Dunia)
- 2 assist dalam satu pertandingan melawan Kanada
- Pemain paling kreatif kedua di turnamen
- Penampilan impresif sebagai gelandang serang yang menjadi andalan tim
Kini, seluruh dunia menantikan langkah selanjutnya dari Maroko. Akankah Brahim Díaz kembali menjadi bintang di perempat final? Semua akan terjawab dalam laga mendatang.




