Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Sensus Ekonomi 2026 untuk Data yang Lebih Rinci dan Komprehensif

By

Whitney Riany

9 Juli 2026, 21:52 WIB

Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Sensus Ekonomi 2026 untuk Data yang Lebih Rinci dan Komprehensif
Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Sensus Ekonomi 2026 untuk Data yang Lebih Rinci dan Komprehensif

STNK.CO.ID – 09 Juli 2026 | Waka MPR Dorong Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Data Rinci amp Komprehensif menjadi sorotan utama dalam upaya memperkuat perencanaan pembangunan nasional. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, secara tegas menyuarakan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen strategis untuk menghimpun data ekonomi yang lebih akurat dan menyeluruh. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa data yang rinci dan komprehensif akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, khususnya untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sektor ekonomi.

Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya sekadar agenda statistik tahunan, melainkan sebuah langkah konkret untuk memotret secara utuh kondisi ekonomi nasional. Lestari Moerdijat menilai bahwa selama ini data ekonomi yang tersedia masih bersifat agregat dan belum mampu menggambarkan secara detail kontribusi setiap kelompok masyarakat, termasuk perempuan. Dengan adanya data yang lebih granular, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi dan kendala yang dihadapi oleh pelaku ekonomi perempuan, sehingga intervensi kebijakan dapat lebih efektif.

Baca juga:

Waka MPR Dorong Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Data Rinci amp Komprehensif juga diharapkan mampu menjawab tantangan ketimpangan ekonomi yang masih terjadi. Data yang lengkap akan memungkinkan pemetaan sektor-sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mayoritas digerakkan oleh perempuan. Dengan demikian, program pemberdayaan perempuan tidak lagi bersifat seragam, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di setiap daerah.

Dalam konteks yang lebih luas, Sensus Ekonomi 2026 harus dirancang dengan metodologi yang inklusif. Lestari Moerdijat mendorong agar sensus tidak hanya menjangkau pelaku usaha formal, tetapi juga sektor informal yang kerap luput dari pendataan. Partisipasi perempuan dalam ekonomi informal, misalnya di bidang perdagangan kecil dan jasa, perlu didokumentasikan secara akurat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada kelompok yang paling membutuhkan.

Baca juga:

Selain itu, Waka MPR Dorong Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Data Rinci amp Komprehensif juga berkaitan dengan upaya pencapaian target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Indikator kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan memerlukan data yang dapat diandalkan. Tanpa data yang rinci, kemajuan dalam bidang ini sulit diukur secara objektif. Oleh karena itu, kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), kementerian terkait, dan akademisi menjadi krusial dalam menyusun kuesioner dan metode pengumpulan data yang sensitif gender.

Dalam kesempatan yang sama, Lestari Moerdijat juga mengingatkan bahwa data dari Sensus Ekonomi 2026 harus mudah diakses oleh publik. Transparansi data akan mendorong partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan sektor swasta, dalam merumuskan solusi berbasis data. Ia berharap hasil sensus tidak hanya menjadi dokumen statistik, tetapi juga menjadi acuan bagi kebijakan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Baca juga:

Dengan semangat tersebut, Waka MPR Dorong Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Data Rinci amp Komprehensif menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk melakukan transformasi data ekonomi. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat, tanpa terkecuali. Ke depannya, diharapkan setiap kebijakan ekonomi dapat berbasis bukti yang kuat, sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama perempuan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Sebagai penutup, Sensus Ekonomi 2026 bukanlah sekadar proyek data, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan ekonomi Indonesia. Dengan data yang rinci dan komprehensif, seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak bersama menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berdaya saing. Partisipasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat desa, sangat diharapkan untuk menyukseskan agenda nasional ini.

Author Image

Related Post