Sekjen PDIP Ungkap Pesan Megawati soal Kudatuli: Demokrasi Butuh Pers Bebas dan Hukum Tak Tebang Pilih

By

Gonzalo Bariz Asentzio

21 Juli 2026, 20:51 WIB

Sekjen PDIP Ungkap Pesan Megawati soal Kudatuli: Demokrasi Butuh Pers Bebas dan Hukum Tak Tebang Pilih
Sekjen PDIP Ungkap Pesan Megawati soal Kudatuli: Demokrasi Butuh Pers Bebas dan Hukum Tak Tebang Pilih

STNK.CO.ID – 21 Juli 2026 | Sekjen PDIP Ungkap Pesan Megawati soal Kudatuli dalam peringatan peristiwa berdarah 27 Juli 1996. Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP, menyampaikan amanat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terkait pentingnya demokrasi yang sehat. Megawati berpesan bahwa demokrasi memerlukan pers yang bebas serta hukum yang tidak tebang pilih.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto dalam acara peringatan Kudatuli yang digelar di Kantor DPP PDIP, Jakarta. Kudatuli atau Kerusuhan 27 Juli 1996 merupakan peristiwa pengambilalihan kantor PDI oleh pemerintah Orde Baru yang menewaskan banyak pendukung Megawati. Dalam pesannya, Megawati menekankan bahwa demokrasi harus dijaga dengan kebebasan pers dan supremasi hukum.

Baca juga:

“Ibu Megawati berpesan agar kita semua menjaga demokrasi. Pers yang bebas adalah pilar demokrasi, dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar Hasto di hadapan kader dan simpatisan. Sekjen PDIP Ungkap Pesan Megawati soal Kudatuli sebagai pengingat bahwa perjuangan demokrasi masih panjang.

Hasto juga mengingatkan bahwa peristiwa Kudatuli adalah sejarah kelam yang tidak boleh terulang. Saat itu, puluhan orang tewas dan ratusan luka-luka akibat bentrokan dengan aparat. Megawati, yang saat itu menjabat Ketua Umum PDI, menjadi sasaran rezim Orde Baru. Namun, semangat demokrasi tetap berkobar hingga akhirnya reformasi berhasil membawa perubahan.

Pesan Megawati soal Kudatuli juga menyentuh aspek kebebasan berekspresi. Menurut Hasto, pers yang bebas adalah alat kontrol sosial yang penting. Tanpa kebebasan pers, masyarakat tidak bisa mendapatkan informasi yang benar dan berimbang. Oleh karena itu, PDIP mendukung upaya menjaga independensi media dari tekanan politik dan ekonomi.

Sekjen PDIP Ungkap Pesan Megawati soal Kudatuli bukan sekadar nostalgia, melainkan pengingat bagi generasi muda untuk tidak melupakan sejarah. Hasto mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperkuat demokrasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa perjuangan demokrasi tidak hanya dilakukan oleh partai politik, tetapi juga oleh seluruh rakyat.

Baca juga:

Di era digital saat ini, tantangan demokrasi semakin kompleks. Hoaks dan polarisasi politik menjadi ancaman serius. Megawati berharap agar kebebasan pers digunakan secara bertanggung jawab. Hukum juga harus ditegakkan untuk melindungi hak-hak warga negara tanpa diskriminasi.

Hasto menambahkan bahwa PDIP akan terus mengawal proses demokrasi di Indonesia. Partai berlambang banteng ini berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. “Kita tidak boleh lengah. Demokrasi harus dijaga setiap saat,” tegasnya.

Acara peringatan Kudatuli juga diisi dengan doa bersama dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan. Para kader PDIP dari berbagai daerah hadir untuk mengenang jasa para pahlawan demokrasi. Suasana haru menyelimuti acara tersebut, namun semangat perjuangan tetap membara.

Sekjen PDIP Ungkap Pesan Megawati soal Kudatuli menjadi momentum refleksi bagi bangsa Indonesia. Peristiwa 27 Juli 1996 adalah pelajaran berharga bahwa demokrasi harus diperjuangkan dengan darah dan air mata. Kini, tugas generasi penerus adalah merawat dan memperkuat demokrasi agar tidak ternoda oleh kepentingan segelintir orang.

Baca juga:

Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengingatkan pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat. Menurutnya, pemahaman politik yang baik akan membuat rakyat lebih kritis dan tidak mudah dimanipulasi. PDIP berencana mengadakan seminar dan diskusi publik untuk meningkatkan literasi politik di kalangan pemuda.

Megawati, melalui Hasto, berpesan agar semua kader PDIP menjadi pelopor demokrasi di lingkungan masing-masing. “Jangan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran. Pers yang bebas dan hukum yang adil adalah senjata kita,” kata Hasto menirukan pesan Megawati.

Peringatan Kudatuli tahun ini terasa berbeda karena bertepatan dengan tahun politik. Pemilu 2024 sudah di depan mata, dan PDIP bertekad untuk menegakkan demokrasi yang bersih dan transparan. Hasto berharap agar semua pihak menjunjung tinggi etika politik dan menghindari praktik curang.

Semangat Kudatuli harus terus hidup dalam jiwa setiap kader PDIP. Peristiwa itu bukan hanya sejarah, melainkan inspirasi untuk terus berjuang. Sekjen PDIP Ungkap Pesan Megawati soal Kudatuli sebagai bahan renungan bagi kita semua: demokrasi tidak datang begitu saja, ia harus diperjuangkan dan dijaga selamanya.

Related Post