Daftar Isi
STNK.CO.ID – 06 Juli 2026 | Operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Katingan pada Kamis (2/7/2026) dini hari berubah menjadi tragedi. Penggerebekan terhadap bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, mengakibatkan tiga anggota kepolisian gugur. Setelah pencarian selama tiga hari, dua personel yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Katingan.
Kronologi Penggerebekan Berdarah
Operasi dimulai pada Kamis dini hari saat tim Satresnarkoba Polres Katingan mengejar terduga pelaku tindak pidana narkotika di Desa Tumbang Kalemei. Petugas berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku. Namun, situasi berubah drastis ketika sejumlah anggota keluarga terduga pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang. Bentrokan pun tak terhindarkan.
Dalam insiden tersebut, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra gugur akibat luka bacokan. Sementara itu, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dikabarkan hilang saat mencoba menyelamatkan diri dari kejaran massa. Keduanya diduga hanyut di Sungai Katingan. Seorang warga sipil dari pihak keluarga terduga pelaku juga dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.
Pencarian Intensif Tim Gabungan
Setelah insiden, tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, dan masyarakat setempat segera melakukan pencarian. Operasi penyisiran menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil menjangkau area sungai, hutan di bantaran sungai, hingga kawasan Pasar Desa Samba. Pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari.
Upaya keras tim membuahkan hasil pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15:55 WIB, ketika jenazah Bripda Nopandri Ramadhana pertama kali ditemukan di Desa Tumbang Lahang, sekitar 36,4 kilometer dari titik awal hilang. Keesokan harinya, Minggu (5/7/2026), jenazah Aiptu Sumariyanto berhasil dievakuasi dari Sungai Katingan di Desa Rantau Asem, sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian. Jenazah ditemukan dalam keadaan mengapung dan tersangkut di kayu.
Proses Evakuasi dan Identifikasi
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengonfirmasi penemuan jenazah Aiptu Sumariyanto pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi oleh tim dokter forensik. Kondisi jenazah sudah membengkak karena diperkirakan telah berada di dalam air selama beberapa hari.
Kedatangan jenazah di RS Bhayangkara disambut isak tangis keluarga dan rekan-rekan sesama anggota Polri. Mereka mengaku sangat kehilangan sosok polisi berdedikasi yang gugur saat menjalankan tugas negara memberantas narkoba. Setelah autopsi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan melalui upacara pemakaman kedinasan Polri.
Tanggapan Pejabat dan Komitmen Pemberantasan Narkoba
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum. Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus memberantas peredaran narkotika tanpa henti. “Kita harus bersatu melawan narkoba. Jangan memberi ruang bagi para pelaku yang merusak masa depan anak-anak bangsa,” ujarnya.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso juga mengapresiasi kerja cepat tim gabungan. Ia menjelaskan bahwa operasi pencarian melibatkan banyak unsur dan dilakukan secara maksimal. “Pukul 08.42 WIB, didapatkan informasi dari Babinsa Rantau Asem bahwa ada mayat di sungai. Tim menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi,” katanya.
Dampak dan Pembelajaran
Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya yang dihadapi aparat dalam memberantas narkoba, terutama di daerah terpencil. Polres Katingan dan jajaran Polda Kalimantan Tengah berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan bagi personel di lapangan. Masyarakat diimbau untuk mendukung upaya pemberantasan narkoba dan tidak melakukan perlawanan terhadap hukum.
Kematian tiga polisi ini juga menyoroti pentingnya kerja sama antara aparat dan warga. Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono meminta masyarakat untuk tidak segan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika. “Kami tidak akan mundur dalam memberantas narkoba. Ini adalah tugas mulia untuk menyelamatkan generasi muda,” tegasnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi ditutup. Namun, duka mendalam masih menyelimuti keluarga dan institusi Polri. Upacara pemakaman kedinasan akan digelar untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para pahlawan yang gugur dalam tugas.
Tragedi ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan peredaran narkoba. Semoga peristiwa ini tidak terulang kembali, dan para pelaku kejahatan narkotika segera ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.




