Tak Tahan Teror Tetangga, Keluarga di Depok Rela Jual Rumah

By

Rosmana Kaileena Kaileena

19 Juli 2026, 09:51 WIB

Tak Tahan Teror Tetangga, Keluarga di Depok Rela Jual Rumah
Tak Tahan Teror Tetangga, Keluarga di Depok Rela Jual Rumah

Kronologi Teror yang Tak Kunjung Usai

STNK.CO.ID – 19 Juli 2026 | Keluarga Azis Suraji di Depok akhirnya memutuskan untuk menjual rumah mereka setelah bertahun-tahun mengalami teror dari tetangga. Peristiwa Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah ini menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Azis mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi, namun teror tetap berlanjut hingga ia merasa tidak nyaman tinggal di lingkungan sendiri.

Baca juga:

Awal Mula Permasalahan

Dampak Psikologis dan Ekonomi

Kondisi ini membuat keluarga Azis stres dan takut. Anak-anak mereka sering ketakutan dan sulit tidur. Akhirnya, Azis dan istri sepakat untuk menjual rumah yang sudah ditempati selama lima tahun. “Kami tidak ingin mengambil risiko lebih besar. Kesehatan mental keluarga lebih penting daripada rumah,” tambahnya. Rumah tersebut kini telah dipasarkan dengan harga di bawah pasaran karena kondisi yang mendesak.

Reaksi Publik dan Langkah Hukum

Kisah ini menyebar luas setelah dibagikan di platform X dan TikTok. Banyak warganet yang menyatakan simpati dan mengecam tindakan tetangga tersebut. Pihak kepolisian Depok pun turun tangan. Kapolres Depok, Kombes Pol Arya Perdana, menyatakan bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius. “Kami telah memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti. Jika terbukti, pelaku bisa dijerat dengan pasal pengancaman dan perusakan barang,” katanya dalam keterangan pers.

Baca juga:

Analisis: Maraknya Konflik Bertetangga

Kasus Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah ini bukanlah yang pertama. Psikolog forensik, Dr. Dini Pratiwi, menjelaskan bahwa konflik tetangga seringkali dipicu oleh perbedaan gaya hidup, kepadatan penduduk, dan kurangnya komunikasi. “Jika tidak ditangani dengan baik, bisa berujung pada tindakan kriminal. Masyarakat perlu lebih proaktif dalam menyelesaikan sengketa secara damai,” ujarnya.

Kasus Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah juga menyoroti efektivitas jalur hukum. Meskipun sudah dilaporkan, proses hukum seringkali lambat dan korban merasa putus asa. Lembaga bantuan hukum dan kepolisian diharapkan dapat lebih responsif terhadap kasus-kasus seperti ini.

Baca juga:

Pelajaran yang Bisa Diambil

Bagi warga yang mengalami situasi serupa, Azis menyarankan untuk segera mencatat bukti-bukti teror, seperti rekaman suara, video, atau saksi. Jangan ragu untuk melapor ke pihak berwajib dan mencari dukungan dari komunitas. “Jangan menyimpan sendiri, karena teror bisa semakin parah. Lebih baik pindah daripada terus-terusan menderita,” pesannya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa lingkungan yang aman dan nyaman adalah hak setiap individu. Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah semoga menjadi momentum bagi pemerintah dan aparat untuk meningkatkan penanganan konflik sosial di tingkat akar rumput. Keluarga Azis kini berharap rumahnya cepat terjual agar mereka bisa memulai hidup baru di tempat yang lebih tenang.

Related Post