Daftar Isi
STNK.CO.ID – 22 Juli 2026 | Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi warga Jakarta, DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan langsung ke kantor PAM JAYA. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Cek Fasilitas PAM JAYA DPRD DKI Dorong Penurunan NRW-Sambungan Rumah Tangga yang menjadi prioritas utama dalam pengelolaan air di Ibu Kota. Melalui kunjungan ini, DPRD ingin memastikan bahwa program penurunan Non-Revenue Water (NRW) dan percepatan sambungan rumah tangga berjalan sesuai target.
Apa itu NRW dan Mengapa Penting?
Non-Revenue Water (NRW) adalah air yang telah diproduksi tetapi tidak memberikan pendapatan karena berbagai faktor, seperti kebocoran pipa, sambungan ilegal, atau kesalahan meter. Angka NRW di Jakarta masih cukup tinggi, mencapai sekitar 45-50%. Hal ini menjadi beban bagi operasional PAM JAYA dan menghambat perluasan akses air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, Cek Fasilitas PAM JAYA DPRD DKI Dorong Penurunan NRW-Sambungan Rumah Tangga menjadi langkah strategis untuk menekan angka kebocoran dan meningkatkan efisiensi.
Rangkaian Kunjungan DPRD
Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta meninjau langsung berbagai fasilitas PAM JAYA, termasuk pusat kontrol kebocoran dan laboratorium kualitas air. Mereka berdiskusi dengan direksi PAM JAYA mengenai rencana aksi penurunan NRW dan target sambungan rumah tangga baru tahun ini. DPRD menekankan pentingnya inovasi teknologi, seperti penggunaan sensor pintar untuk mendeteksi kebocoran secara dini, agar target dapat tercapai.
Dorongan Percepatan Sambungan Rumah Tangga
Selain penurunan NRW, kunjungan ini juga menyoroti percepatan sambungan rumah tangga. Saat ini, masih banyak warga Jakarta yang belum menikmati akses air bersih dari PAM JAYA. Pemerintah provinsi menargetkan penambahan seribu sambungan baru setiap bulan. DPRD mendukung langkah PAM JAYA dengan mengalokasikan anggaran yang memadai serta mendorong kerja sama dengan pihak swasta untuk memperluas jaringan.
Dalam diskusi, anggota DPRD menyampaikan bahwa Cek Fasilitas PAM JAYA DPRD DKI Dorong Penurunan NRW-Sambungan Rumah Tangga harus diiringi dengan pengawasan ketat agar program berjalan efektif. Mereka juga meminta PAM JAYA untuk transparan dalam pelaporan realisasi anggaran dan progres penurunan NRW.
Langkah Konkret yang Sudah Dilakukan
PAM JAYA telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk menekan NRW, antara lain:
- Penggantian pipa tua yang rawan bocor, khususnya di kawasan padat penduduk.
- Pemasangan meter air digital untuk mengurangi kesalahan pencatatan.
- Penegakan hukum terhadap sambungan ilegal melalui patroli rutin.
- Sosialisasi kepada warga tentang pentingnya melaporkan kebocoran.
Selain itu, PAM JAYA juga menggandeng konsultan internasional untuk mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen NRW. Hal ini diharapkan dapat menurunkan angka NRW hingga 25% dalam lima tahun ke depan.
Dampak bagi Masyarakat
Program Cek Fasilitas PAM JAYA DPRD DKI Dorong Penurunan NRW-Sambungan Rumah Tangga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga. Dengan berkurangnya kebocoran, air yang dihemat dapat dialokasikan untuk daerah yang masih kekurangan pasokan. Selain itu, percepatan sambungan rumah tangga memungkinkan lebih banyak keluarga menikmati air bersih dengan tarif yang terjangkau. DPRD berharap target pencapaian ini dapat memenuhi kebutuhan dasar warga sesuai dengan visi Jakarta sebagai kota global.
Kesimpulannya, kolaborasi antara DPRD DKI Jakarta dan PAM JAYA dalam menekan NRW dan mempercepat sambungan rumah tangga merupakan langkah nyata menuju pengelolaan air yang lebih baik. Dengan komitmen dan pengawasan yang ketat, diharapkan angka NRW dapat terus menurun dan akses air bersih semakin merata di seluruh wilayah DKI Jakarta.




