Daftar Isi
STNK.CO.ID – 12 Juli 2026 | Kabel Semrawut Harus Jadi Prioritas DPRD DKI Desak Bina Marga Percepat Penataan. Pernyataan ini mencuat dalam rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta yang menyoroti kondisi kabel utilitas yang menggantung dan berserakan di berbagai ruas jalan. Anggota komisi menilai bahwa keberhasilan pemerintah dalam menata trotoar, jalan, hingga ruang publik akan kehilangan makna jika persoalan utilitas yang membahayakan keselamatan warga terus diabaikan.
Kondisi Kabel Semrawut di Jakarta
Di sejumlah lokasi strategis seperti kawasan Thamrin, Sudirman, hingga pinggiran Jakarta, kabel telekomunikasi dan listrik terlihat tidak tertata rapi. Banyak kabel yang menjuntai rendah, bahkan ada yang putus dan membahayakan pejalan kaki. Hal ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Warga kerap mengeluhkan kabel yang tersangkut kendaraan atau bahkan menyengat saat hujan.
Desakan DPRD DKI kepada Bina Marga
DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Bina Marga untuk segera mempercepat penataan kabel semrawut. Mereka meminta agar Bina Marga berkoordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi dan PLN untuk merapikan instalasi kabel. Selain itu, DPRD menekankan pentingnya pengawasan agar tidak ada lagi kabel liar yang dipasang sembarangan. Kabel Semrawut Harus Jadi Prioritas DPRD DKI Desak Bina Marga Percepat Penataan, tegas ketua komisi dalam keterangan resminya.
Langkah yang Harus Diambil
Beberapa langkah konkret yang direkomendasikan antara lain:
- Pendataan menyeluruh lokasi kabel semrawut.
- Pembongkaran kabel yang tidak terpakai.
- Pemasangan kabel bawah tanah secara bertahap.
- Sanksi tegas bagi operator yang melanggar aturan.
DPRD juga mengingatkan bahwa penataan kabel harus menjadi program prioritas, tidak hanya sekadar proyek tambahan. Jika tidak segera ditangani, risiko kecelakaan dan korsleting listrik semakin besar.
Dampak Jika Diabaikan
Pengabaian terhadap masalah Kabel Semrawut Harus Jadi Prioritas DPRD DKI Desak Bina Marga Percepat Penataan ini akan berdampak negatif pada citra Jakarta sebagai kota global. Selain itu, potensi bahaya bagi warga sangat nyata. Beberapa kecelakaan akibat kabel putus atau tersangkut pernah terjadi, dan hal itu harus dicegah. Pemerintah Provinsi DKI pun diharapkan memiliki komitmen kuat dalam merealisasikan penataan kabel, dimulai dari kawasan pusat bisnis hingga permukiman.
Kesimpulan
Masalah kabel semrawut di Jakarta bukan lagi sekadar pemandangan kurang sedap, melainkan ancaman keselamatan. DPRD DKI telah mendesak Bina Marga untuk mengambil tindakan cepat. Penataan kabel harus menjadi prioritas agar pembenahan trotoar dan ruang publik yang sudah dilakukan tidak sia-sia. Tanpa penanganan serius, seluruh upaya penataan kota akan kehilangan makna. Diharapkan, koordinasi antara dinas terkait dan operator utilitas dapat berjalan efektif sehingga Jakarta menjadi lebih aman dan tertib.




