Aliansi HAM Ungkap Diskriminasi Visa oleh Trump: Wasit dan Suporter Negara Muslim Dicekal di Piala Dunia 2026

By

zarifah Goldy

19 Juli 2026, 18:51 WIB

Aliansi HAM Ungkap Diskriminasi Visa oleh Trump: Wasit dan Suporter Negara Muslim Dicekal di Piala Dunia 2026
Aliansi HAM Ungkap Diskriminasi Visa oleh Trump: Wasit dan Suporter Negara Muslim Dicekal di Piala Dunia 2026

STNK.CO.ID – 19 Juli 2026 | Aliansi HAM Kuliti Sisi Gelap FIFA Trump Jegal Wasit dan Fans Negara Muslim di Piala Dunia. Kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional merilis laporan yang mengungkap praktik diskriminasi visa oleh pemerintahan Donald Trump terhadap suporter dari lima negara dan seorang wasit asal Somalia dalam ajang Piala Dunia 2026.

Baca juga:

Laporan Aliansi HAM

Laporan yang diterbitkan oleh Aliansi HAM tersebut mendokumentasikan secara rinci bagaimana kebijakan imigrasi Amerika Serikat di bawah Trump secara sistematis menghalangi partisipasi warga negara Muslim. Wasit Somalia yang dijadwalkan memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 ditolak visa masuk AS tanpa alasan yang jelas. Selain itu, suporter dari negara-negara mayoritas Muslim seperti Iran, Irak, Suriah, Sudan, dan Yaman juga dicekal secara sepihak.

Sisi Gelap FIFA

FIFA sebagai induk organisasi sepak bola dunia disebut tidak berdaya atau enggan campur tangan. Aliansi HAM mengecam FIFA karena dianggap membiarkan diskriminasi terjadi di bawah pengawasan mereka. Praktik ini, kata laporan, mencoreng semangat olahraga yang seharusnya inklusif dan tanpa batas. Kelompok HAM mendesak FIFA untuk mengambil sikap tegas terhadap Amerika Serikat dan memastikan semua suporter serta ofisial mendapat perlakuan yang adil.

Dampak pada Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko menjadi sorotan karena isu ini. Aliansi HAM Kuliti Sisi Gelap FIFA Trump Jegal Wasit dan Fans Negara Muslim di Piala Dunia. Banyak kalangan khawatir diskriminasi visa akan menghalangi ribuan penggemar sepak bola untuk menyaksikan turnamen langsung. Wasit yang kompeten juga bisa kehilangan kesempatan karena alasan politis.

Baca juga:

Pemerintah AS membantah tuduhan diskriminasi dan menyatakan bahwa setiap permohonan visa diproses secara individual berdasarkan keamanan nasional. Namun, data menunjukkan penolakan visa terhadap warga negara Muslim meningkat drastis sejak Trump menjabat. Aktivis HAM menyebut ini sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang harus diinvestigasi lebih lanjut.

Reaksi Internasional

Organisasi sepak bola di negara-negara Muslim mengecam keputusan ini. Federasi Sepak Bola Somalia menyatakan kekecewaannya karena wasit mereka tidak diberi kesempatan untuk berpartisipasi. Sementara itu, suporter dari Iran dan Irak menggalang petisi online untuk memprotes kebijakan visa AS. Aliansi HAM kembali menegaskan bahwa Aliansi HAM Kuliti Sisi Gelap FIFA Trump Jegal Wasit dan Fans Negara Muslim di Piala Dunia harus menjadi perhatian global.

Beberapa negara Eropa juga ikut angkat bicara. Jerman dan Prancis meminta FIFA untuk menjamin akses yang setara bagi semua penggemar. Namun, hingga saat ini FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam diskriminasi visa AS. Banyak pihak menduga FIFA enggan bersikap keras karena tekanan politik dari pemerintah AS.

Baca juga:

Kesimpulan

Diskriminasi visa oleh pemerintahan Trump terhadap wasit dan suporter negara Muslim di Piala Dunia 2026 adalah isu serius yang merusak integritas olahraga. Aliansi HAM telah membeberkan bukti yang kuat. Aliansi HAM Kuliti Sisi Gelap FIFA Trump Jegal Wasit dan Fans Negara Muslim di Piala Dunia adalah fenomena yang harus dilawan oleh semua pihak yang mencintai sepak bola. Tanpa tindakan tegas dari FIFA, turnamen terbesar di dunia ini bisa kehilangan esensinya sebagai ajang pemersatu bangsa.

Author Image

Related Post