WHO Prediksi Lonjakan Kasus Kanker Global: 35 Juta Kasus Baru pada 2050

By

zarifah Goldy

10 Juli 2026, 03:53 WIB

WHO Prediksi Lonjakan Kasus Kanker Global: 35 Juta Kasus Baru pada 2050
WHO Prediksi Lonjakan Kasus Kanker Global: 35 Juta Kasus Baru pada 2050

STNK.CO.ID – 10 Juli 2026 | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengeluarkan peringatan yang mengejutkan dunia. Melalui Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), WHO memproyeksikan bahwa jumlah kasus kanker baru secara global akan mencapai 35 juta pada tahun 2050. Angka ini melonjak 77% dibandingkan dengan estimasi 20 juta kasus pada tahun 2022. Peringatan WHO Kasus Kanker Dunia Diprediksi Melonjak 35 Juta pada 2050 menjadi sorotan utama bagi para pemangku kebijakan, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.

Baca juga:

Faktor-Faktor Pemicu Lonjakan Kasus Kanker

  • Penuaan Populasi: Semakin banyak penduduk yang memasuki usia lanjut, yang merupakan kelompok dengan risiko kanker lebih tinggi.
  • Gaya Hidup Modern: Konsumsi tembakau, alkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan obesitas semakin marak di berbagai negara.
  • Faktor Lingkungan: Polusi udara, paparan bahan kimia karsinogenik, dan perubahan iklim juga berperan.
  • Keterbatasan Akses Layanan Kesehatan: Di negara berkembang, deteksi dini dan pengobatan masih sulit dijangkau, sehingga kasus sering ditemukan pada stadium lanjut.

Data IARC menunjukkan bahwa negara-negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah akan menghadapi lonjakan yang paling tajam, yaitu hingga 142% pada 2050. Sementara itu, negara dengan IPM tinggi diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 56%. Hal ini menunjukkan ketimpangan global dalam penanganan kanker.

Langkah Pencegahan yang Disarankan WHO

Dalam peringatannya, WHO menekankan bahwa lonjakan kasus kanker dapat dikurangi melalui strategi pencegahan yang komprehensif. Beberapa langkah kunci meliputi:

Baca juga:
  1. Pengendalian Faktor Risiko: Meningkatkan kampanye anti-tembakau, mengurangi konsumsi alkohol, mempromosikan pola makan sehat, dan mendorong aktivitas fisik.
  2. Program Vaksinasi: Vaksinasi terhadap Human Papillomavirus (HPV) dan Hepatitis B dapat mencegah kanker serviks dan kanker hati.
  3. Deteksi Dini: Memperluas akses terhadap skrining kanker, seperti mamografi untuk kanker payudara dan tes Pap untuk kanker serviks.
  4. Penguatan Sistem Kesehatan: Investasi dalam infrastruktur kesehatan, pelatihan tenaga medis, dan penyediaan obat-obatan esensial.

Peringatan WHO Kasus Kanker Dunia Diprediksi Melonjak 35 Juta pada 2050 juga mengingatkan bahwa investasi dalam pencegahan dan pengendalian kanker saat ini akan mengurangi beban penyakit di masa depan. Dr. Elisabete Weiderpass, Direktur IARC, menyatakan, “Lebih dari separuh kasus kanker di dunia dapat dicegah jika intervensi yang tepat dilakukan secara global.”

Kesenjangan Regional dan Tantangan Global

Laporan IARC juga mengungkapkan ketimpangan yang mencolok di berbagai kawasan. Afrika dan Asia Selatan diprediksi mengalami peningkatan kasus kanker paling tinggi, sementara Eropa dan Amerika Utara akan melihat kenaikan yang lebih moderat. Namun, di negara maju, jenis kanker seperti payudara, prostat, dan kolorektal tetap mendominasi.

Baca juga:

Peringatan WHO Kasus Kanker Dunia Diprediksi Melonjak 35 Juta pada 2050 menekankan pentingnya kolaborasi internasional. Tanpa aksi nyata, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah akan kesulitan mengatasi beban ganda penyakit menular dan tidak menular. WHO mendesak pemerintah untuk mengintegrasikan layanan kanker ke dalam sistem kesehatan primer.

Kesimpulan

Proyeksi lonjakan 35 juta kasus kanker pada 2050 merupakan panggilan darurat bagi dunia. Dengan populasi yang menua dan gaya hidup yang semakin tidak sehat, risiko kanker terus meningkat. Namun, dengan langkah pencegahan yang tepat, seperti pengendalian faktor risiko, vaksinasi, dan deteksi dini, sebagian besar kasus dapat dihindari. Peringatan WHO Kasus Kanker Dunia Diprediksi Melonjak 35 Juta pada 2050 harus menjadi momentum bagi setiap negara untuk memperkuat upaya pengendalian kanker demi generasi mendatang.

Author Image

Related Post