Viral Flexing Anak Pejabat, Asisten I Setda Gayo Lues Mundur

By

zarifah Goldy

24 Juli 2026, 04:51 WIB

Viral Flexing Anak Pejabat, Asisten I Setda Gayo Lues Mundur
Viral Flexing Anak Pejabat, Asisten I Setda Gayo Lues Mundur

STNK.CO.ID – 24 Juli 2026 | Peristiwa ulah anak flexing ke Eropa berujung pejabat Gayo Lues lepas jabatan menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Seorang anak pejabat di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, bernama Dea, mendadak viral karena aksi flexing-nya yang memamerkan liburan ke Eropa serta 15 jeriken bahan bakar minyak (BBM). Akibat ulah anak flexing ke Eropa berujung pejabat Gayo Lues lepas jabatan tersebut, sang ayah, Nevirizal, yang menjabat sebagai Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Gayo Lues, akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya.

Baca juga:

Kronologi Kejadian

Dea, putri dari Nevirizal, mengunggah foto dan video di media sosial yang menunjukkan dirinya tengah berlibur di sejumlah negara Eropa. Tidak hanya itu, ia juga memamerkan 15 jeriken BBM yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi. Unggahan tersebut sontak menuai reaksi negatif dari warganet, terutama karena di tengah situasi ekonomi yang sulit, aksi pamer tersebut dianggap tidak etis. Lebih jauh, publik mempertanyakan sumber dana di balik gaya hidup mewah tersebut, mengingat sang ayah adalah pejabat publik.

Video dan foto tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu gelombang kritik dan tuntutan agar pihak berwenang mengusut tuntas asal-usul kekayaan keluarga Nevirizal. Kasus ulah anak flexing ke Eropa berujung pejabat Gayo Lues lepas jabatan ini menjadi contoh nyata bagaimana tindakan seorang anggota keluarga dapat berdampak langsung pada karier seorang pejabat.

Pengunduran Diri Nevirizal

Menghadapi tekanan publik yang semakin kuat, Nevirizal mengambil langkah cepat dengan mengajukan surat pengunduran diri sebagai Asisten I Sekda Gayo Lues. Dalam pernyataan yang beredar, ia menyatakan permintaan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh putrinya dan mengaku bertanggung jawab secara moral. Pengunduran diri ini diterima oleh Bupati Gayo Lues, yang kemudian menunjuk pejabat sementara untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.

Baca juga:

Langkah ini diharapkan dapat meredam kemarahan publik dan menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak mentoleransi perilaku yang mencoreng nama baik instansi. Namun, banyak pihak menilai bahwa pengunduran diri saja tidak cukup; perlu ada investigasi lebih lanjut terhadap kemungkinan pelanggaran etika atau hukum yang terkait dengan harta kekayaan Nevirizal.

Dampak dan Reaksi

Kasus ulah anak flexing ke Eropa berujung pejabat Gayo Lues lepas jabatan ini memicu diskusi luas tentang integritas pejabat publik dan keluarganya. Masyarakat berharap agar peristiwa ini menjadi pelajaran bagi pejabat lain untuk lebih berhati-hati dalam mengawasi perilaku anggota keluarga, terutama di era digital di mana segala hal bisa menjadi viral dalam sekejap.

Di sisi lain, sejumlah kalangan mempertanyakan efektivitas mekanisme pengawasan internal di pemerintahan daerah. Mereka mendorong agar transparansi dan akuntabilitas diperkuat, sehingga kasus serupa tidak terulang di masa depan. Pemerintah Gayo Lues sendiri berjanji akan mengevaluasi prosedur dan menindak tegas setiap pelanggaran.

Baca juga:

Peristiwa ini juga menjadi bahan perbincangan di media nasional, menyoroti fenomena flexing di kalangan anak pejabat yang kerap menimbulkan kontroversi. Banyak yang berharap agar hukuman sosial yang diterima Dea dan ayahnya dapat memberikan efek jera.

Dengan mundurnya Nevirizal, jabatan Asisten I Sekda Gayo Lues kini lowong. Proses pergantian pejabat akan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Masyarakat menanti langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memulihkan kepercayaan publik.

Author Image

Related Post