Tiongkok Desak AS dan Iran Segera Pulihkan Keamanan di Selat Hormuz: Imbauan Damai di Tengah Ketegangan

By

ghizlan Gilah

14 Juli 2026, 05:51 WIB

Tiongkok Desak AS dan Iran Segera Pulihkan Keamanan di Selat Hormuz: Imbauan Damai di Tengah Ketegangan
Tiongkok Desak AS dan Iran Segera Pulihkan Keamanan di Selat Hormuz: Imbauan Damai di Tengah Ketegangan

STNK.CO.ID – 14 Juli 2026 | Pemerintah Tiongkok kembali menyerukan langkah konkret untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Beijing mendesak kedua belah pihak untuk segera menghentikan aksi saling serang dan mengutamakan keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut. Seruan ini muncul sebagai respons atas serangan balasan antara AS dan Iran yang mengancam kelancaran lalu lintas minyak dunia melalui Selat Hormuz.

Baca juga:

Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz

Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak global melewati selat ini setiap hari. Ketegangan antara AS dan Iran sering kali memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global. Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara terlibat dalam aksi militer yang saling berbalas, meningkatkan risiko terjadinya konflik terbuka. Tiongkok, sebagai konsumen minyak terbesar dunia, memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan jalur ini.

Pernyataan Tiongkok: Tiongkok Desak AS dan Iran Segera Pulihkan Keamanan di Selat Hormuz

Dalam konferensi pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan bahwa “Tiongkok Desak AS dan Iran Segera Pulihkan Keamanan di Selat Hormuz” sebagai prioritas utama. Tiongkok menekankan pentingnya menghormati hukum internasional, khususnya kebebasan navigasi, dan mendorong dialog damai antara kedua negara. Seruan ini sejalan dengan sikap Tiongkok yang konsisten mendukung penyelesaian konflik secara diplomatis. Tiongkok juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi antara AS dan Iran jika diperlukan.

Implikasi terhadap Ekonomi Global

Kekacauan di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu rantai pasok energi global. Tiongkok, yang mengimpor sebagian besar minyaknya dari Timur Tengah, sangat rentan terhadap ketidakstabilan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, desakan Tiongkok untuk memulihkan keamanan di Selat Hormuz bukan hanya soal diplomasi, melainkan juga upaya melindungi kepentingan nasional. Selain itu, negara-negara tetangga seperti Jepang, Korea Selatan, dan India juga akan terkena dampak langsung jika konflik berkepanjangan.

Baca juga:

Respons Internasional

Seruan Tiongkok mendapat tanggapan positif dari beberapa negara yang khawatir akan eskalasi konflik. Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga menekankan perlunya menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, AS dan Iran masih saling menyalahkan dalam meningkatkan ketegangan. Tiongkok berharap pernyataan tegasnya dapat meredakan situasi dan mendorong kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan.

Peran Tiongkok dalam Diplomasi Global

Tiongkok telah lama memposisikan dirinya sebagai mediator yang netral dalam konflik internasional. Dalam kasus Selat Hormuz, Beijing berupaya menggunakan pengaruh ekonominya untuk mendorong de-eskalasi. Desakan Tiongkok terhadap AS dan Iran untuk segera memulihkan keamanan di Selat Hormuz mencerminkan komitmennya terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan. Tiongkok juga mengingatkan bahwa konflik bersenjata tidak akan menguntungkan siapa pun dan hanya akan merugikan ekonomi global.

Di tengah ketidakpastian, Tiongkok terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi aset dan warganya di kawasan tersebut. Sikap ini menunjukkan bahwa Tiongkok tidak hanya peduli pada kepentingannya sendiri, tetapi juga pada tatanan dunia yang lebih stabil.

Baca juga:

Pada akhirnya, keselamatan Selat Hormuz adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak harus menahan diri dan mengutamakan diplomasi. Hanya dengan kerja sama internasional, keamanan jalur pelayaran vital ini dapat terjamin demi kesejahteraan bersama.

Author Image

Related Post