Razia Gabungan dan Inovasi Pelayanan Samsat: Upaya Meningkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan di Batam

By

Reshawnda Morgance

30 Juli 2026, 06:16 WIB

Razia Gabungan dan Inovasi Pelayanan Samsat: Upaya Meningkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan di Batam
Razia Gabungan dan Inovasi Pelayanan Samsat: Upaya Meningkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan di Batam

STNK.CO.ID – 30 Juli 2026 | Berita samsat pelayanan kali ini datang dari Batam, di mana Pemerintah Kota setempat menggelar razia gabungan kendaraan bermotor untuk mendorong kesadaran masyarakat membayar pajak tepat waktu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak yang masih rendah, yakni hanya sekitar 30 hingga 40 persen. Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa razia bukan sekadar penindakan, melainkan edukasi agar masyarakat memahami manfaat pajak bagi pembangunan dan pelayanan publik.

Baca juga:

Razia Gabungan: Pendekatan Humanis dan Profesional

Razia yang digelar pada Rabu, 29 Juli 2026, melibatkan berbagai instansi, mulai dari Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri, Samsat Kepri, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepri, Bapenda Kota Batam, Dinas Perhubungan Kota Batam, hingga PT Jasa Raharja. Firmansyah meminta petugas mengedepankan sikap humanis dan profesional, menjaga etika pelayanan, serta menghindari kesan arogan. “Laksanakan tugas dengan baik, santun, dan tetap menjaga ketertiban lalu lintas. Jangan sampai razia justru menimbulkan kemacetan atau mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat tidak merasa diintimidasi, melainkan semakin sadar akan kewajibannya. Firmansyah juga mengungkapkan bahwa kepatuhan pajak kendaraan bermotor di Batam baru mencapai 30-40 persen, sehingga razia diharapkan dapat mendongkrak angka tersebut sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor opsen PKB dan BBNKB.

Sinergi Korlantas dan Jasa Raharja: Memperkuat Pelayanan Samsat

Dalam kesempatan terpisah, di Jakarta, Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja memperkuat sinergi untuk meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang Samsat. Audiensi yang digelar pada hari yang sama dihadiri langsung oleh Kakorlantas Irjen Wibowo, Dirut PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta jajaran direksi. Irjen Wibowo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin erat selama ini, terutama dalam pelayanan kesamsatan dan penanganan kecelakaan lalu lintas.

Berita samsat pelayanan ini menekankan pentingnya transformasi digital dalam mempermudah pembayaran pajak kendaraan. “Pemanfaatan transformasi digital ini bukan hanya sekedar untuk memindahkan pelayanan dari loket ke sebuah aplikasi, tapi harus betul-betul bisa lebih mempercepat penanganan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Irjen Wibowo. Digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Baca juga:

Polantas KARIB: Membangun Kedekatan dengan Masyarakat

Kakorlantas juga memperkenalkan program baru bernama Polantas KARIB (Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas). Program ini bertujuan memperkuat hubungan emosional antara petugas lalu lintas dengan masyarakat, sehingga polisi tidak lagi ditakuti, melainkan menjadi sahabat pengguna jalan. “Kalau kita pakai istilah anak Gen Z sekarang ini, bestie. Polantas adalah bestie-nya masyarakat. Hubungan ini dilandasi oleh kepercayaan, bukan karena kewenangan atau kekuasaan,” kata Irjen Wibowo saat menjadi bintang tamu di sebuah program berita.

Lima pilar Polantas KARIB mencakup Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas. Melalui program ini, diharapkan citra kepolisian lalu lintas semakin humanis dan pelayanan di Samsat serta di jalan raya menjadi lebih optimal. Berita samsat pelayanan ini juga menyoroti bahwa kedekatan antara polisi dan masyarakat dapat mendorong kesadaran untuk tertib administrasi dan pajak.

Upaya Preventif Menekan Angka Kecelakaan

Tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi, sinergi Korlantas dan Jasa Raharja juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Dirut Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa indikator keberhasilan Jasa Raharja bukan hanya kecepatan penyaluran santunan, melainkan kemampuan mengurangi jumlah korban dan fatalitas. “Santunan adalah bentuk kehadiran negara setelah kecelakaan terjadi, namun yang lebih penting adalah memastikan masyarakat selamat sehingga tidak perlu menerima santunan,” ujarnya.

Salah satu perilaku berisiko yang disorot adalah melawan arus lalu lintas, yang sering memicu kecelakaan fatal. Oleh karena itu, edukasi dan penegakan hukum harus berjalan beriringan. Irjen Wibowo menambahkan, “Kecelakaan lalu lintas bukan takdir. Ini adalah hal yang bisa dicegah dengan mengubah tata cara mengemudi dan membangun etika berlalu lintas.”

Baca juga:

Dampak Positif bagi PAD dan Pelayanan Publik

Dengan meningkatnya kepatuhan pajak, PAD dari sektor opsen PKB dan BBNKB akan bertambah. Dana tersebut dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Razia gabungan dan inovasi pelayanan Samsat merupakan langkah konkret Pemkot Batam bersama instansi terkait dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Berita samsat pelayanan ini menjadi gambaran bahwa sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan badan terkait sangat penting untuk menciptakan sistem perpajakan yang efektif dan berkeadilan. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kemudahan yang telah disediakan, seperti pembayaran pajak secara digital, agar tidak terkena sanksi dan turut mendukung pembangunan daerah.

Ke depannya, diharapkan program seperti Polantas KARIB dan digitalisasi Samsat terus dikembangkan sehingga pelayanan semakin cepat, transparan, dan ramah masyarakat. Dengan demikian, kepatuhan pajak kendaraan di Batam dan seluruh Indonesia dapat meningkat secara signifikan.

Related Post