Pramono Anung: Nonton Final Piala Dunia 2026 Jangan Jadi Alasan ASN DKI Malas

By

Whitney Riany

18 Juli 2026, 01:52 WIB

Pramono Anung: Nonton Final Piala Dunia 2026 Jangan Jadi Alasan ASN DKI Malas
Pramono Anung: Nonton Final Piala Dunia 2026 Jangan Jadi Alasan ASN DKI Malas

STNK.CO.ID – 18 Juli 2026 | Pramono Nonton Final Piala Dunia 2026 Jangan Jadi Alasan ASN DKI Jakarta Malas-Malasan. Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pramono Anung dalam merespons antusiasme tinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pertandingan final Piala Dunia 2026.

Baca juga:

Pramono juga mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan publik yang prima. Ia meminta seluruh jajaran ASN DKI Jakarta untuk tetap disiplin dan profesional, meski ada euforia sepak bola. “Tugas pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Jangan sampai ada keluhan karena ASN lebih fokus menonton bola daripada melayani warga,” tegasnya.

Antisipasi Penurunan Kinerja ASN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Pramono, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar kinerja ASN tidak terganggu selama perhelatan Piala Dunia 2026. Salah satunya adalah dengan memberikan fleksibilitas jadwal kerja bagi ASN yang ingin menonton pertandingan, namun tetap harus memenuhi target kerja harian.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengatur shift atau jam kerja yang lebih longgar pada hari-hari pertandingan besar. Tapi semua harus berdasarkan aturan dan tidak merugikan pelayanan publik,” jelas Pramono.

Selain itu, Pemprov DKI juga akan melakukan pemantauan ketat terhadap tingkat kehadiran dan produktivitas ASN selama bulan Juni hingga Juli 2026, di mana Piala Dunia berlangsung. Sanksi tegas akan diberikan bagi ASN yang terbukti mangkir atau menurunkan kualitas kerja karena alasan menonton bola.

Baca juga:

Etos Kerja ASN Harus Tetap Tinggi

Pramono mengingatkan bahwa Piala Dunia 2026 adalah ajang bergengsi yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk ASN. Namun, ia berharap para abdi negara bisa memanfaatkan momen tersebut dengan bijak. “Nonton bola boleh, tapi tanggung jawab utama sebagai ASN jangan dilupakan. Negara menggaji kita untuk bekerja, bukan untuk menonton bola,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono mengajak seluruh ASN untuk menjadikan semangat sportivitas dan perjuangan dari pertandingan sepak bola sebagai inspirasi dalam bekerja. “Tim sepak bola berjuang keras untuk menang; kita juga harus berjuang keras untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan Pramono Nonton Final Piala Dunia 2026 Jangan Jadi Alasan ASN DKI Jakarta Malas-Malasan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Muhsinin, menilai imbauan tersebut sangat tepat untuk menjaga etos kerja ASN. “Saya setuju. ASN harus tetap profesional. Jangan sampai euforia sepak bola mengorbankan pelayanan publik,” katanya.

Sementara itu, sejumlah ASN DKI Jakarta yang diwawancarai mengaku akan tetap menjalankan tugas dengan baik. “Saya pribadi akan menonton final di rumah setelah jam kerja. Tidak akan mengganggu pekerjaan,” ujar Andi, seorang staf di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Baca juga:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menyiapkan beberapa area nonton bersama (nobar) yang aman dan tertib, namun tetap mengimbau ASN untuk tidak meninggalkan kewajiban. Nobar resmi hanya akan digelar setelah jam kerja atau pada hari libur.

Kesimpulan

Antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 adalah hal yang wajar, termasuk di kalangan ASN DKI Jakarta. Namun, Pramono Anung dengan tegas menyatakan bahwa nonton final jangan sampai menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Disiplin dan profesionalisme harus tetap dijaga demi pelayanan publik yang optimal. Dengan pengaturan jadwal yang fleksibel dan pengawasan ketat, diharapkan ASN bisa menikmati pertandingan tanpa mengorbankan kinerja. Semoga imbauan ini diindahkan oleh seluruh ASN DKI Jakarta.

Author Image

Related Post