STNK.CO.ID – 18 Juli 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kapten Tendean akan segera dipercepat. Langkah ini diambil setelah JPO tersebut rusak parah akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu. Dalam pernyataannya, Pramono Anung percepat pembangunan JPO Tendean sebagai prioritas untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik yang sangat dibutuhkan warga.
JPO yang berlokasi di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan struktural setelah sebuah truk kehilangan kendali dan menabrak tiang penyangga jembatan. Insiden tersebut menyebabkan jembatan tidak dapat digunakan, sehingga para pejalan kaki terpaksa menyeberang di jalur kendaraan yang berbahaya. Pramono Anung percepat pembangunan JPO Tendean guna meminimalkan risiko kecelakaan dan mengembalikan kenyamanan pejalan kaki.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga telah menyiapkan anggaran khusus dan tim teknis untuk memulai proses perbaikan. Menurut rencana, pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat dengan target penyelesaian dalam beberapa bulan ke depan. Pramono Anung percepat pembangunan JPO Tendean juga mencakup penguatan struktur jembatan agar lebih tahan terhadap benturan kendaraan besar.
“Kami akan mempercepat proses tender dan pelaksanaan konstruksi. Kebutuhan akan JPO ini sangat mendesak, terutama untuk para pekerja dan pelajar yang setiap hari melintas di kawasan tersebut,” ujar Pramono Anung saat meninjau lokasi. Selain itu, pihaknya juga akan memasang rambu peringatan dan pembatas jalan di sekitar JPO untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Masyarakat sekitar menyambut baik komitmen Pramono Anung untuk mempercepat pembangunan. Salah seorang warga, Rina (32), mengungkapkan bahwa ia sangat bergantung pada JPO tersebut untuk berangkat kerja. “Setiap pagi saya harus menyeberang di jalan raya karena JPO rusak. Ini sangat berbahaya, apalagi lalu lintas di Tendean cukup padat. Saya senang Pak Gubernur bergerak cepat,” katanya.
Selain perbaikan fisik, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga akan mengkaji ulang desain JPO agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia. Rencananya, JPO baru akan dilengkapi dengan lift dan pagar pengaman yang lebih kokoh. Pramono Anung percepat pembangunan JPO Tendean tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kualitas dan aksesibilitas.
Proses perbaikan JPO Tendean ini menjadi perhatian publik karena kawasan tersebut merupakan salah satu titik rawan kecelakaan. Data dari Dinas Perhubungan mencatat bahwa setidaknya tiga kecelakaan melibatkan kendaraan besar terjadi di sekitar JPO dalam dua tahun terakhir. Dengan adanya percepatan pembangunan, diharapkan risiko tersebut dapat diminimalkan.
Gubernur juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan audit terhadap JPO lain di Jakarta yang mungkin memiliki kerentanan serupa. Langkah preventif ini penting untuk memastikan keselamatan pejalan kaki di seluruh ibu kota. Pramono Anung menegaskan bahwa pembangunan JPO Tendean adalah bagian dari komitmennya untuk meningkatkan infrastruktur pejalan kaki yang aman dan nyaman.
“Kami tidak ingin kecelakaan seperti ini terulang. Oleh karena itu, selain mempercepat perbaikan, kami juga akan memperkuat standar keselamatan jembatan penyeberangan di Jakarta,” tambahnya. Masyarakat diharapkan bersabar selama proses pembangunan berlangsung dan tetap menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan.
Dalam waktu dekat, Dinas Bina Marga akan memasang papan informasi proyek agar warga mengetahui jadwal dan perkembangan pengerjaan. Pemerintah juga membuka kanal pengaduan jika ada kendala di lapangan. Dengan adanya koordinasi yang baik, Pramono Anung percepat pembangunan JPO Tendean diharapkan selesai tepat waktu dan dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat luas.
Percepatan pembangunan JPO Tendean merupakan bukti respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan warga. Ke depannya, diharapkan insiden serupa dapat dicegah melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap kendaraan besar yang melintas di jalan protokol. Dengan komitmen yang kuat, Pramono Anung optimis fasilitas ini akan kembali berfungsi maksimal dalam waktu singkat.




