Daftar Isi
STNK.CO.ID – 14 Juli 2026 | Pemerintah Kota Makassar meluncurkan program ambisius dengan melibatkan ribuan mahasiswa sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana berbasis komunitas. Program ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana alam yang kerap melanda wilayah tersebut.
Dalam keterangan resmi yang diterima, Wali Kota Makassar menyatakan bahwa sebanyak 23 perguruan tinggi di kota ini telah digandeng untuk mencetak 23.000 mahasiswa sebagai agen mitigasi bencana. Mereka akan dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penanganan bencana, mulai dari deteksi dini hingga evakuasi dan pertolongan pertama.
Langkah Konkret Pemkot Makassar Libatkan Mahasiswa dalam Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas
Pemkot Makassar libatkan mahasiswa dalam mitigasi bencana berbasis komunitas melalui serangkaian pelatihan intensif yang dirancang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perguruan tinggi mitra. Pelatihan ini mencakup simulasi bencana gempa bumi, banjir, dan kebakaran, serta teknik komunikasi risiko kepada warga.
Para mahasiswa akan diterjunkan ke 15 kecamatan di Makassar untuk menjadi fasilitator di tingkat komunitas. Mereka bertugas memberikan edukasi, membantu penyusunan peta rawan bencana, dan mengorganisir warga dalam latihan evakuasi. Program ini diharapkan menciptakan jejaring kesiapsiagaan yang kuat dari akar rumput.
Dampak Program Terhadap Ketahanan Masyarakat
Dengan adanya 23.000 agen terlatih, Pemkot Makassar yakin bahwa respons terhadap bencana akan jauh lebih cepat dan efektif. Selama ini, kendala utama dalam penanggulangan bencana adalah minimnya sumber daya manusia terlatih di lapangan. Kini, mahasiswa yang tersebar di berbagai titik akan menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mendeteksi potensi bencana.
Rektor salah satu universitas mitra menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung untuk memberikan solusi nyata bagi permasalahan sosial, termasuk kebencanaan.
Implementasi dan Target Ke Depan
Program Pemdok Makassar libatkan mahasiswa dalam mitigasi bencana berbasis komunitas ini akan berlangsung dalam beberapa tahap. Tahap pertama difokuskan pada pelatihan dasar dan simulasi. Tahap selanjutnya adalah pendampingan komunitas secara berkelanjutan selama satu tahun ke depan.
Pemerintah juga menyediakan aplikasi digital untuk memonitor aktivitas para agen dan melaporkan kejadian bencana secara real-time. Data yang terkumpul akan menjadi basis pengambilan keputusan bagi BPBD dan dinas terkait. Targetnya, pada akhir 2025, seluruh kelurahan di Makassar sudah memiliki minimal satu agen mitigasi yang siap siaga.
Kolaborasi Multisektor
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Selain perguruan tinggi, Pemkot Makassar juga menggandeng organisasi non-pemerintah, dunia usaha, dan komunitas relawan. Sinergi ini memastikan program berjalan dengan pendanaan yang memadai dan dukungan logistik yang cukup.
Masyarakat pun diimbau untuk aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan mitigasi yang difasilitasi oleh mahasiswa. Keterlibatan warga menjadi kunci utama dalam mewujudkan komunitas yang tangguh bencana. Dengan pendekatan berbasis komunitas, setiap individu memiliki peran dalam menjaga keselamatan bersama.
Kesimpulannya, inisiatif Pemkot Makassar libatkan mahasiswa dalam mitigasi bencana berbasis komunitas merupakan langkah maju dalam membangun ketahanan daerah. Dengan ribuan agen terlatih dan dukungan teknologi, diharapkan Makassar dapat menjadi contoh bagi kota lain dalam upaya pengurangan risiko bencana secara partisipatif.




