Motif Keji di Balik Penganiayaan ODGJ Hingga Tewas di Sumut Terungkap

By

Alexandreina Rozmonda

5 Juli 2026, 04:08 WIB

Motif Keji di Balik Penganiayaan ODGJ Hingga Tewas di Sumut Terungkap
Motif Keji di Balik Penganiayaan ODGJ Hingga Tewas di Sumut Terungkap

Polisi Ungkap Motif Warga Aniaya ODGJ hingga Tewas di Sumut

STNK.CO.ID – 05 Juli 2026 | Kasus penganiayaan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) hingga tewas di Sumatera Utara akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial EVSD yang tega menghabisi nyawa JKK, seorang pria yang mengalami gangguan jiwa. Peristiwa nahas ini terjadi di daerah Pematang Siantar, Sumatera Utara, dan menggemparkan masyarakat setempat. Polisi Ungkap Motif Warga Aniaya ODGJ hingga Tewas di Sumut setelah melakukan penyelidikan intensif. Pelaku ternyata kesal karena sepeda motornya dibalikkan oleh korban yang diduga tidak sengaja melakukannya saat mengalami episode gangguan jiwa.

Baca juga:

Kronologi Kejadian

Penangkapan Pelaku

Tim Reserse Kriminal Polres Pematang Siantar bergerak cepat setelah menerima laporan. Dalam waktu kurang dari 24 jam, EVSD berhasil ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah kayu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Kapolres Pematang Siantar, AKBP Y, menyatakan bahwa pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Motif pelaku adalah karena kesal sepeda motornya dibalikkan oleh korban. Meskipun demikian, tindakan penganiayaan hingga tewas tidak dapat dibenarkan. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsider Pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian,” ujar AKBP Y dalam konferensi pers.

Baca juga:

Korban ODGJ yang Rentan

Korban JKK dikenal warga sebagai pribadi yang tidak berbahaya. Ia kerap berjalan-jalan sendirian dan sesekali berbicara sendiri karena gangguan jiwanya. Masyarakat sekitar sudah terbiasa dengan keberadaannya. Namun, sayangnya, insiden ini menunjukkan betapa rentannya ODGJ menjadi sasaran kekerasan. Polisi mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi dan lebih bijak dalam menghadapi situasi yang melibatkan ODGJ. Sebab, tindakan main hakim sendiri hanya akan menimbulkan tragedi.

Reaksi Publik dan Langkah Selanjutnya

Kasus ini menuai kecaman dari berbagai kalangan. Aktivis kesehatan jiwa mendesak pemerintah dan aparat untuk memberikan perlindungan lebih bagi ODGJ. Mereka juga meminta agar ada sanksi tegas bagi pelaku kekerasan terhadap kelompok rentan ini. Polisi berjanji akan menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional. Sementara itu, jenazah JKK telah disemayamkan dan proses pemakaman dilakukan secara sederhana oleh pihak keluarga.

Baca juga:

Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap ODGJ di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang kurang memahami kondisi ODGJ, sehingga rentan terjadi perlakuan diskriminatif. Edukasi dan sosialisasi mengenai kesehatan jiwa dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kesimpulan

Polisi Ungkap Motif Warga Aniaya ODGJ hingga Tewas di Sumut merupakan pengingat akan pentingnya toleransi dan pengendalian emosi. Motif sepele seperti sepeda motor dibalikkan tidak sebanding dengan nyawa seseorang. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, dan pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain itu, masyarakat perlu lebih peduli terhadap orang dengan gangguan jiwa, bukan malah menjadi ancaman bagi mereka. Semoga kasus ini membuka mata semua pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi setiap individu.

Related Post