Menteri LH Jadikan Keanekaragaman Hayati Motor Penggerak Ekonomi Hijau

By

Angharat Aida

24 Juli 2026, 06:51 WIB

Menteri LH Jadikan Keanekaragaman Hayati Motor Penggerak Ekonomi Hijau
Menteri LH Jadikan Keanekaragaman Hayati Motor Penggerak Ekonomi Hijau

STNK.CO.ID – 24 Juli 2026 | Menteri Lingkungan Hidup (LH) menegaskan bahwa keanekaragaman hayati merupakan modal alam (natural capital) yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau di Indonesia. Dalam sebuah pernyataan resmi, Menteri LH menyatakan bahwa pemerintah akan mendorong pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan melalui skema Biodiversity Credit.

Keanekaragaman Hayati Sebagai Aset Ekonomi

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Hutan tropis, terumbu karang, dan ekosistem unik lainnya menyediakan jasa lingkungan yang sangat bernilai. Menurut Menteri LH, kekayaan alam ini harus dikelola secara bijak agar tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga ekonomi. Skema Biodiversity Credit menjadi salah satu instrumen untuk mengukur dan memberikan nilai ekonomi pada upaya konservasi. Dengan adanya kredit keanekaragaman hayati, pihak-pihak yang melakukan restorasi atau perlindungan habitat dapat memperoleh insentif finansial.

Menteri LH Jadikan Keanekaragaman Hayati Motor Penggerak Ekonomi Hijau

Konsep ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan. Menteri LH menekankan bahwa momentum transisi menuju ekonomi hijau harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Melalui pengelolaan keanekaragaman hayati yang tepat, Indonesia dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, serta mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan. Dalam konteks ini, Menteri LH jadikan keanekaragaman hayati motor penggerak ekonomi hijau yang inklusif dan berkeadilan.

Skema Biodiversity Credit

Skema Biodiversity Credit memungkinkan perusahaan atau lembaga untuk membeli kredit dari proyek konservasi. Kredit ini mewakili unit keanekaragaman hayati yang dilindungi atau dipulihkan. Pemerintah akan menyusun regulasi yang jelas agar skema ini berjalan transparan dan memberi manfaat bagi semua pihak. Menteri LH menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin global dalam perdagangan kredit keanekaragaman hayati.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Program ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat adat dan lokal yang selama ini menjadi penjaga hutan dan ekosistem. Mereka dapat memperoleh pendapatan dari jasa konservasi yang mereka lakukan. Selain itu, penerapan ekonomi hijau berbasis keanekaragaman hayati juga akan mendukung target penurunan emisi karbon nasional. Dengan demikian, Menteri LH jadikan keanekaragaman hayati motor penggerak ekonomi hijau sekaligus solusi untuk perubahan iklim.

Langkah Strategis Pemerintah

Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah akan melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Menyusun peta jalan (roadmap) pengelolaan keanekaragaman hayati nasional.
  • Mengembangkan sistem sertifikasi dan verifikasi Biodiversity Credit.
  • Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang konservasi dan ekonomi hijau.
  • Memperkuat kerja sama dengan sektor swasta dan lembaga internasional.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu menjaga warisan alamnya, tetapi juga meraih manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Inisiatif Menteri LH untuk jadikan keanekaragaman hayati motor penggerak ekonomi hijau merupakan langkah visioner yang patut didukung. Melalui skema Biodiversity Credit, Indonesia berpotensi memadukan konservasi dengan pembangunan ekonomi. Keberhasilan program ini membutuhkan komitmen semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, kekayaan hayati Nusantara akan menjadi pilar utama ekonomi hijau di masa depan.

Author Image

Related Post