STNK.CO.ID – 13 Juli 2026 | Kantor Perusahaan Agrifood di Jakbar Kebakaran Api Padam Usai 5 Jam—peristiwa dramatis terjadi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari Selasa (15/10) siang. Kebakaran melanda gedung perkantoran milik sebuah perusahaan agrifood, menyebabkan kepanikan di sekitar lokasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.30 WIB dari lantai dua gedung. Karyawan yang sedang bekerja langsung berhamburan keluar setelah mendengar alarm kebakaran berbunyi. Petugas keamanan setempat segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar) Jakarta Barat. Dalam waktu singkat, enam unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.
Kebakaran dengan cepat menyebar ke lantai atas karena material bangunan yang mudah terbakar. Asap hitam pekat membumbung tinggi, terlihat dari jarak beberapa kilometer. Warga sekitar sempat panik dan berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya, namun api terlalu besar untuk dijinakkan secara manual.
Upaya Pemadaman
Petugas Damkar berjibaku selama berjam-jam untuk menjinakkan si jago merah. Total 30 personel dikerahkan, dibantu dengan water cannon dari Polres Metro Jakarta Barat. Medan yang cukup sulit karena akses jalan sempit dan banyaknya kendaraan parkir di sekitar lokasi sedikit menghambat proses pemadaman. Namun, setelah lima jam berjuang, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.30 WIB.
“Kami mengalami kesulitan karena api menjalar ke bagian atap yang terbuat dari bahan ringan. Tapi berkat kerja keras tim, kami bisa mengendalikan situasi,” ujar Kepala Damkar Jakarta Barat, Budi Santoso, di lokasi kejadian. Tidak ada laporan petugas yang terluka selama proses pemadaman.
Dampak dan Kerugian
Akibat kebakaran ini, sebagian besar gedung mengalami kerusakan parah. Bagian dalam kantor hangus terbakar, termasuk dokumen-dokumen penting dan peralatan kantor. Pihak perusahaan masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian. Sementara itu, aktivitas perkantoran di sekitar lokasi sempat lumpuh karena jalan ditutup untuk proses pemadaman dan evakuasi.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara adalah korsleting listrik di lantai dua, namun belum dapat dipastikan. Tim forensik dari Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya telah mengambil sampel untuk uji laboratorium.
Tanggapan Pihak Berwenang
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, yang turun langsung meninjau lokasi, menyatakan bahwa pemerintah akan membantu proses pemulihan bagi para korban. “Kami akan berkoordinasi dengan perusahaan untuk memastikan para karyawan mendapatkan haknya. Juga akan dilakukan audit keamanan terhadap bangunan-bangunan di sekitar,” katanya. Ia juga mengimbau agar semua perusahaan rutin memeriksa instalasi listrik dan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) yang memadai.
Kebakaran di Kantor Perusahaan Agrifood di Jakbar ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Peristiwa seperti ini seharusnya tidak terulang jika semua pihak menerapkan standar keselamatan yang ketat. Masyarakat juga diharap tidak panik dan selalu mengikuti prosedur evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
Peristiwa Kantor Perusahaan Agrifood di Jakbar Kebakaran Api Padam Usai 5 Jam ini menambah catatan panjang kebakaran di ibu kota. Setelah api padam, proses investigasi dan pemulihan pun dimulai. Semoga insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan dan pencegahan kebakaran di lingkungan kerja.




