STNK.CO.ID – 22 Juli 2026 | Kapal yang Terbakar di Muara Baru Jakut Milik Basarnas menjadi perhatian publik pada hari ini. Insiden kebakaran hebat melanda Kapal Negara (KN) SAR Ramawijaya 240 milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) saat bersandar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara. Peristiwa ini menyebabkan kepanikan di sekitar lokasi, namun beruntung tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Kronologi Kejadian
Kebakaran terjadi pada pagi hari, tepatnya sekitar pukul 08.30 WIB. Api pertama kali terlihat dari bagian lambung kapal yang kemudian dengan cepat menjalar ke area dek dan ruang mesin. Asap hitam tebal membumbung tinggi, terlihat dari jarak beberapa kilometer. Petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara segera dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 70 personel damkar diterjunkan dengan 15 unit mobil pemadam untuk memadamkan api.
Upaya Pemadaman
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Petugas mengalami kesulitan karena lokasi kapal yang sempit dan banyaknya material mudah terbakar di atas kapal. Selain itu, pasokan air di pelabuhan juga sempat terkendala. Namun, berkat kerja sama dengan pihak pelabuhan dan Basarnas, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, namun dugaan sementara berasal dari korsleting listrik di ruang mesin. Basarnas akan melakukan investigasi lebih lanjut.
Identitas Kapal
KN SAR Ramawijaya 240 merupakan kapal patroli dan SAR berukuran sedang yang biasa digunakan untuk misi pencarian dan pertolongan di perairan Indonesia. Kapal ini memiliki panjang 30 meter dan mampu menampung hingga 20 personel. Kapal tersebut sering digunakan dalam operasi SAR di Laut Jawa dan sekitarnya. Kebakaran ini tentu menjadi pukulan bagi Basarnas karena kapal tersebut merupakan aset penting.
Dampak dan Tindakan Selanjutnya
Akibat kebakaran, kapal mengalami kerusakan parah pada bagian mesin dan dek. Kerugian material masih dalam perhitungan. Basarnas memastikan bahwa operasi SAR tidak terganggu karena masih memiliki kapal cadangan. Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Taufik Herdiansyah menyatakan bahwa TKP telah dipasang garis polisi untuk penyelidikan. Beberapa saksi telah dimintai keterangan, termasuk kru kapal yang saat kejadian berada di darat.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan rutin dan pengawasan ketat terhadap keselamatan kapal, terutama yang digunakan untuk misi penyelamatan. Masyarakat berharap agar insiden seperti ini tidak terulang kembali.
Kesimpulan
Kebakaran kapal Basarnas di Muara Baru merupakan peristiwa yang mengejutkan dan merugikan. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan material cukup signifikan. Investigasi sedang berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Semoga ke depannya, semua aset negara dapat terjaga dengan baik.




