Jemput Bola Paspor: Imigrasi Hadirkan Layanan Langsung ke Pulau Terdepan hingga CFD

By

Wareine Deaglan

21 Juli 2026, 10:08 WIB

Jemput Bola Paspor: Imigrasi Hadirkan Layanan Langsung ke Pulau Terdepan hingga CFD
Jemput Bola Paspor: Imigrasi Hadirkan Layanan Langsung ke Pulau Terdepan hingga CFD

STNK.CO.ID – 21 Juli 2026 | Direktorat Jenderal Imigrasi terus berinovasi dalam memberikan kemudahan pembuatan paspor bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Berbagai program jemput bola seperti Ipratop dan Pasporia kini hadir di daerah-daerah terpencil, pusat keramaian, hingga pulau terdepan. Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang merata dan mudah diakses.

Baca juga:

Layanan Ipratop: Paspor Hingga ke Pulau Serasan

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, meluncurkan program bernama Imigrasi Ranai Proses Pelayanan Antar Pulau (Ipratop). Program ini membuka layanan pembuatan paspor di Pulau Serasan, salah satu pulau terdepan Indonesia, pada 20–22 Juli 2026. Kepala Seksi Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian, Rommy M. Mandang, menjelaskan bahwa masyarakat di Kecamatan Serasan kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kantor Imigrasi di Ranai untuk mengurus paspor.

“Melalui kegiatan ini masyarakat dapat mengajukan permohonan paspor tanpa harus melakukan perjalanan ke Kantor Imigrasi di Ranai,” ujar Rommy. Program Ipratop hadir sebagai respons terhadap kondisi geografis Natuna yang terdiri dari gugusan pulau. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan tanpa target jumlah permohonan.

Pasporia di Sukoharjo Expo: 65 Permohonan Terlayani

Di Jawa Tengah, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menghadirkan layanan PASPORIA (Paspor Ceria) di Sukoharjo Expo 2026 yang digelar di Sentra Niaga The Park Mall Sukoharjo, Minggu (19/7/2026). Layanan ini dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB dengan dukungan dua shift petugas. Selama kegiatan, masyarakat dapat mengajukan permohonan paspor baru, penggantian paspor, hingga perubahan ke e-paspor.

Antusiasme warga sangat tinggi, terbukti dengan 65 permohonan yang berhasil dilayani. Kepala Kantor Imigrasi Surakarta, Bisri, mengatakan bahwa kehadiran PASPORIA merupakan bentuk komitmen Imigrasi untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah dijangkau. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca juga:

Pasporia di CFD Sidrap: Kolaborasi Tiga Pihak

Sementara itu, Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulawesi Selatan bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare menghadirkan layanan Paspor Minggu Ceria (Pasporia) di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan La Numang, Pangkajene, Kabupaten Sidrap. Layanan dimulai sejak pukul 06.00 WITA dan merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, turut hadir mendukung kegiatan ini.

“Kehadiran pelayanan keimigrasian di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Imigrasi untuk memberikan pelayanan yang semakin mudah diakses,” ujar Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang. Selain melayani permohonan paspor, kegiatan ini juga menghadirkan konsultasi dan edukasi keimigrasian, serta sosialisasi Poltek IMIPAS dan pameran produk warga binaan Rutan Sidrap.

Inovasi Pelayanan untuk Seluruh Wilayah

Program-program tersebut menunjukkan bahwa pembuatan paspor kini tidak lagi terbatas pada kantor imigrasi di kota besar. Dengan konsep jemput bola, Imigrasi hadir langsung di tengah masyarakat, baik di pulau terdepan, mal, maupun CFD. Hal ini sejalan dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat” yang mengedepankan kemudahan, efisiensi, dan keterjangkauan.

Di Natuna, Ipratop memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan layanan setara dengan wilayah lain. Di Sukoharjo, layanan di mal memberikan fleksibilitas waktu hingga malam hari. Di Sidrap, layanan di CFD memanfaatkan hari libur untuk menjangkau lebih banyak warga. Semua ini adalah bukti adaptasi Imigrasi terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam.

Baca juga:

Meskipun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memenuhi persyaratan yang berlaku, seperti dokumen kependudukan lengkap dan pas foto sesuai ketentuan. Petugas imigrasi siap membantu dan memberikan informasi secara langsung di lokasi layanan.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Kehadiran layanan paspor langsung di lokasi-lokasi strategis memberikan dampak positif signifikan. Warga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi tambahan atau meninggalkan pekerjaan untuk mengurus paspor. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki mobilitas terbatas.

Seorang warga Sukoharjo yang mengurus paspor di Sukoharjo Expo mengaku sangat terbantu. “Biasanya harus ke kantor imigrasi di Surakarta yang jaraknya cukup jauh. Sekarang di mal sambil lihat pameran, paspor selesai,” ungkapnya. Hal serupa dirasakan warga Sidrap yang memanfaatkan CFD untuk mengurus paspor sambil berolahraga.

Kesimpulan

Inovasi layanan pembuatan paspor seperti Ipratop dan Pasporia membuktikan bahwa birokrasi bisa lebih dekat dengan rakyat. Dengan menjangkau pulau terdepan hingga CFD, Imigrasi tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga memperkuat rasa keadilan pelayanan publik. Ke depan, diharapkan program serupa terus diperluas ke seluruh pelosok negeri, sehingga setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dokumen perjalanan tanpa hambatan geografis maupun administratif.

Related Post