IDAI: Anak di Dekat Jalan Raya Berisiko Tinggi Terpapar Polusi Udara, Ini Tips Pencegahannya

By

Audris Nakeesha

8 Juli 2026, 18:54 WIB

IDAI: Anak di Dekat Jalan Raya Berisiko Tinggi Terpapar Polusi Udara, Ini Tips Pencegahannya
IDAI: Anak di Dekat Jalan Raya Berisiko Tinggi Terpapar Polusi Udara, Ini Tips Pencegahannya

STNK.CO.ID – 08 Juli 2026 | Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya polusi udara bagi anak-anak, terutama mereka yang tinggal atau beraktivitas di dekat jalan raya. Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya kekhawatiran tentang dampak emisi kendaraan terhadap kesehatan anak. Dalam keterangan resminya, IDAI menyoroti bahwa anak-anak lebih rentan terhadap polusi udara karena sistem pernapasan mereka yang masih berkembang dan frekuensi napas yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, IDAI Ingatkan Bahaya Polusi Udara bagi Anak di Dekat Jalan Raya sebagai langkah preventif untuk melindungi generasi penerus bangsa.

Baca juga:

Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Anak

Polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor mengandung partikel halus (PM2.5), nitrogen dioksida, dan karbon monoksida yang dapat masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma, bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa anak yang tinggal di dekat jalan ramai memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan fungsi paru-paru dan gangguan perkembangan kognitif. IDAI Ingatkan Bahaya Polusi Udara bagi Anak di Dekat Jalan Raya tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga dapat memicu masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan gangguan tidur akibat kualitas udara yang buruk.

Langkah Perlindungan yang Direkomendasikan IDAI

Untuk mengurangi risiko, IDAI memberikan beberapa tips yang dapat diterapkan oleh orang tua dan keluarga:

Baca juga:
  • Hindari aktivitas di luar ruangan pada jam sibuk lalu lintas, terutama saat pagi dan sore hari.
  • Gunakan masker berstandar N95 atau KN95 saat anak berada di dekat jalan raya.
  • Pastikan sirkulasi udara dalam rumah baik dan gunakan pembersih udara (air purifier) jika perlu.
  • tanam tanaman yang dapat menyerap polutan di sekitar rumah.
  • Berikan makanan bergizi seimbang untuk memperkuat sistem imun anak.
  • Rutin memeriksakan kesehatan anak ke dokter, terutama jika muncul gejala gangguan pernapasan.

IDAI juga menekankan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi polusi udara. Langkah seperti pengembangan transportasi umum ramah lingkungan, penegakan aturan emisi kendaraan, dan penyediaan ruang terbuka hijau menjadi kunci utama. Dengan demikian, IDAI Ingatkan Bahaya Polusi Udara bagi Anak di Dekat Jalan Raya sebagai seruan untuk aksi bersama.

Fakta di Lapangan: Polusi Ancam Anak di Perkotaan

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 90% anak di dunia menghirup udara terkontaminasi setiap hari. Di Indonesia, kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung mencatatkan tingkat polusi yang kerap melampaui ambang batas sehat. Sekolah yang berlokasi di tepi jalan raya menjadi salah satu titik rawan. Banyak anak terpaksa berjalan kaki atau bermain di area yang terpapar asap kendaraan tanpa perlindungan memadai. Kondisi ini mendorong IDAI untuk terus menyuarakan pentingnya kesadaran akan bahaya polusi udara.

Baca juga:

Kesimpulan

Polusi udara di dekat jalan raya merupakan ancaman nyata bagi kesehatan anak. IDAI Ingatkan Bahaya Polusi Udara bagi Anak di Dekat Jalan Raya menjadi pengingat bahwa perlindungan anak harus dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan mengikuti tips pencegahan dan mendukung kebijakan ramah lingkungan, kita dapat menekan risiko gangguan kesehatan. Kesehatan anak adalah investasi masa depan, dan langkah kecil hari ini akan berdampak besar bagi generasi mendatang.

Related Post