Harga TBS Sawit di Aceh Utara Bertahan Tinggi di Level Rp2.700 per Kilogram

By

Rosmana Kaileena Kaileena

12 Juli 2026, 17:52 WIB

Harga TBS Sawit di Aceh Utara Bertahan Tinggi di Level Rp2.700 per Kilogram
Harga TBS Sawit di Aceh Utara Bertahan Tinggi di Level Rp2.700 per Kilogram

STNK.CO.ID – 12 Juli 2026 | Harga TBS Sawit di Aceh Utara Bertahan Tinggi Rp2.700 per Kilogram, kabar gembira bagi petani kelapa sawit di Provinsi Aceh. Kondisi ini telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, memberikan angin segar di tengah fluktuasi harga komoditas perkebunan.

Baca juga:

Kegembiraan Petani Sawit Aceh

Para petani kelapa sawit di Aceh Utara saat ini menikmati harga tandan buah segar (TBS) yang stabil di angka Rp2.700 per kilogram. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan harga di beberapa daerah sentra sawit lainnya di Indonesia. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Utara, melalui keterangan resminya, menyebutkan bahwa harga tersebut sudah bertahan selama tiga minggu terakhir.

“Alhamdulillah, harga TBS sawit di Aceh Utara bertahan tinggi Rp2.700 per kilogram. Ini sangat membantu petani untuk menutup biaya produksi dan mendapatkan keuntungan yang layak,” ujar seorang petani di Kecamatan Tanah Luas. Tingginya harga TBS ini dipicu oleh permintaan pasar yang kuat, baik dari pabrik kelapa sawit lokal maupun ekspor.

Faktor Penyebab Kenaikan

Beberapa faktor mendorong Harga TBS Sawit di Aceh Utara Bertahan Tinggi Rp2.700 per Kilogram. Pertama, produksi CPO (crude palm oil) global mengalami sedikit penurunan akibat cuaca ekstrem di beberapa negara produsen utama seperti Malaysia dan Indonesia. Kedua, permintaan minyak sawit dari India dan China meningkat menjelang musim perayaan.

Selain itu, kebijakan pemerintah terkait biodiesel B35 turut menopang permintaan dalam negeri. Kondisi ini membuat harga TBS di tingkat petani tetap solid. Di Aceh Utara, yang merupakan salah satu sentra sawit di Aceh, para petani pun optimistis harga akan terus bertahan hingga beberapa bulan ke depan.

Baca juga:

Dampak Positif bagi Petani

Dengan harga Rp2.700 per kilogram, petani dapat menikmati pendapatan yang lebih baik. Seorang petani di Kecamatan Nibong mengaku bisa menjual sekitar 1 ton TBS per panen, yang berarti penghasilan kotor mencapai Rp2,7 juta. Setelah dikurangi biaya pupuk dan transportasi, keuntungan bersih masih cukup signifikan.

“Sebelumnya, harga sempat turun ke Rp2.200, tapi sekarang naik lagi. Kami berharap ini bisa terus berlangsung agar bisa memperbaiki kesejahteraan keluarga,” ujar petani lainnya. Pemerintah daerah juga mendorong petani untuk memanfaatkan momen ini dengan meningkatkan produktivitas kebun, misalnya melalui pemupukan berimbang dan peremajaan tanaman.

Harga yang tinggi juga mendorong aktivitas ekonomi di pedesaan. Para pengepul dan pengangkut TBS ikut merasakan dampak positif, karena volume transaksi meningkat. Hal ini turut menggerakkan roda perekonomian di Aceh Utara secara keseluruhan.

Prospek ke Depan

Meskipun harga saat ini menguntungkan, petani tetap diimbau untuk tidak lengah. Fluktuasi harga komoditas sawit sangat dipengaruhi oleh faktor global, seperti kebijakan perdagangan dan harga minyak nabati lainnya. Pemerintah Aceh Utara terus memantau perkembangan pasar dan siap melakukan intervensi jika diperlukan.

Baca juga:

Dengan mempertahankan mutu TBS yang baik, petani dapat mempertahankan posisi tawar yang kuat. Harga TBS yang tinggi juga menjadi insentif bagi petani untuk terus meningkatkan praktik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Harga TBS Sawit di Aceh Utara yang bertahan tinggi di Rp2.700 per kilogram memberi angin segar bagi petani kelapa sawit. Kondisi ini didukung oleh faktor permintaan dan kebijakan nasional. Petani diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini dengan bijak, sekaligus tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan pasar. Dengan pengelolaan yang baik, sektor sawit di Aceh Utara akan terus menjadi andalan perekonomian daerah.

Related Post