Daftar Isi
STNK.CO.ID – 21 Juli 2026 | Gunung Sorikmarapi Sumut berstatus waspada warga diminta jaga jarak merupakan peringatan terkini dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Status waspada (Level II) telah ditetapkan sejak beberapa waktu lalu setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini. Imbauan tegas disampaikan kepada warga dan pengunjung untuk tidak mendekati kawah dalam radius 1,5 kilometer dari kawah aktif.
Aktivitas Vulkanik Meningkat
Berdasarkan pemantauan PVMBG, Gunung Sorikmarapi Sumut berstatus waspada warga diminta jaga jarak menyusul peningkatan frekuensi gempa vulkanik dan embusan uap air dari kawah. Data seismograf menunjukkan terjadi gempa dangkal yang mengindikasikan pergerakan fluida di bawah permukaan. Suhu air di kolam kawah juga meningkat, mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman. Meskipun belum ada tanda-tanda erupsi besar, masyarakat diminta tetap waspada karena potensi letusan freatik (uap air panas) dapat terjadi sewaktu-waktu.
Rekomendasi untuk Warga dan Wisatawan
- Tidak melakukan pendakian dan aktivitas di dalam radius bahaya 1,5 km dari kawah.
- Masyarakat di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sorikmarapi agar mewaspadai potensi lahar hujan saat musim hujan.
- Wisatawan yang berada di kawasan wisata Sorikmarapi diminta mematuhi arahan petugas dan tidak memaksakan diri untuk mendekati kawah.
- Pemerintah daerah setempat telah menyiagakan posko tanggap darurat di Desa Sibanggor Tonga dan desa-desa sekitar.
Sejarah dan Karakteristik Gunung Sorikmarapi
Gunung Sorikmarapi merupakan gunung api strato yang memiliki kawah dengan diameter sekitar 500 meter. Sejarah erupsi menunjukkan letusan terakhir terjadi pada tahun 1986 berupa letusan freatik. Karena letaknya yang relatif dekat dengan permukiman, status waspada menjadi perhatian serius bagi BPBD Sumatera Utara. Tim pemantau terus melakukan evaluasi setiap hari dan akan segera mengumumkan jika terjadi perubahan status. Masyarakat diimbau tidak mempercayai informasi hoaks dan hanya merujuk pada informasi resmi dari PVMBG dan BNPB.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Utara menyatakan telah berkoordinasi dengan camat dan kepala desa di sekitar gunung untuk menyosialisasikan status waspada. Jalur evakuasi telah ditandai dan tempat pengungsian disiapkan di Gedung Serbaguna Kecamatan Panyabungan. Selain itu, petugas SAR gabungan diterjunkan untuk membantu pengamanan jika sewaktu-waktu diperlukan evakuasi. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta menyimpan nomor darurat BPBD setempat.
Gunung Sorikmarapi Sumut berstatus waspada warga diminta jaga jarak hingga status diturunkan. PVMBG mengingatkan bahwa aktivitas vulkanik masih tinggi dan fluktuatif. Pemantauan visual dari pos pengamatan di Sibanggor Tonga menunjukkan embusan asap berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi embusan mencapai 100 meter di atas kawah. Jika embusan membesar atau tercium bau belerang yang menyengat, segera menjauh dan laporkan ke petugas.
Dalam situasi seperti ini, keselamatan adalah prioritas utama. Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau untuk tidak panik namun tetap siaga. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi PVMBG atau aplikasi MAGMA Indonesia. Mari kita doakan agar aktivitas Gunung Sorikmarapi segera mereda dan tidak terjadi bencana. Tetap jaga jarak dari kawah dan ikuti arahan dari pihak berwenang.




