Daftar Isi
STNK.CO.ID – 13 Juli 2026 | Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang kembali meningkat. Dalam kejadian terbaru, Gunung Karangetang lontarkan material pijar yang kemudian membakar alang-alang di sekitar kawah. Peristiwa ini menambah daftar erupsi yang terjadi di gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Kronologi Kejadian
Status dan Rekomendasi
Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Karangetang masih berada di Level II (Waspada). PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawah dalam radius 1,5 kilometer dari puncak. Selain itu, warga yang tinggal di lembah-lembah sekitar diminta waspada terhadap potensi lahar dan awan panas.
Karakteristik Gunung Karangetang
Gunung Karangetang merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Dengan ketinggian sekitar 1.784 meter di atas permukaan laut, gunung ini sering mengalami erupsi efusif dan eksplosif. Material piroklastik yang dikeluarkan sering kali memicu kebakaran hutan dan lahan di sekitarnya. Dalam erupsi kali ini, lontaran material pijar cukup signifikan dan mengingatkan kembali pada letusan besar tahun-tahun sebelumnya.
Data dari Badan Geologi mencatat bahwa Gunung Karangetang telah erupsi lebih dari 40 kali sejak abad ke-17. Aktivitasnya dipantau 24 jam melalui kamera termal dan seismograf. Meski demikian, letusan tiba-tiba tetap menjadi ancaman.
Dampak Terhadap Masyarakat
Meskipun tidak ada korban jiwa, abu vulkanis sempat menyebar ke beberapa desa di lereng barat. Warga diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan posko darurat dan jalur evakuasi jika status meningkat. Hingga saat ini, aktivitas penerbangan di wilayah tersebut belum terganggu.
Langkah Mitigasi
Tim gabungan dari BNPB, BPBD Sitaro, dan PVMBG terus melakukan sosialisasi kepada warga. Selain itu, alat pendeteksi dini diperkuat di titik-titik rawan bencana. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Dalam beberapa hari ke depan, petugas akan memonitor pergerakan material vulkanis dan suhu kawah. Jika terjadi peningkatan signifikan, status akan segera dinaikkan menjadi Siaga atau Awas.
Kesimpulan
Kejadian Gunung Karangetang lontarkan material pijar kembali mengingatkan kita akan tingginya aktivitas vulkanik di Indonesia. Meski belum ada korban jiwa, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki zona bahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG. Dengan mitigasi yang baik, risiko bencana dapat diminimalkan.




