Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4,5 Miliar Tahun: Temuan Mengungkap Sejarah Bumi

By

Gonzalo Bariz Asentzio

11 Juli 2026, 21:04 WIB

Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4,5 Miliar Tahun: Temuan Mengungkap Sejarah Bumi
Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4,5 Miliar Tahun: Temuan Mengungkap Sejarah Bumi

STNK.CO.ID – 11 Juli 2026 | Sebuah studi terbaru mengungkapkan penemuan menakjubkan dari kedalaman Samudra Hindia: Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4,5 Miliar Tahun. Lava yang berasal dari gunung api bawah laut Fani Maoré di dekat Mayotte ini diperkirakan telah ada sejak periode Hadean, era awal pembentukan Bumi. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang komposisi interior planet kita yang selama ini tersembunyi.

Baca juga:

Penemuan yang Mengguncang Dunia Geologi

Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh para ahli geologi dari Prancis dan Amerika Serikat berhasil menganalisis sampel lava yang dikumpulkan dari dasar laut di sekitar gunung api bawah laut Fani Maoré. Dengan menggunakan teknik penanggalan radiometrik, mereka menemukan bahwa usia lava tersebut mencapai 4,5 miliar tahun, menjadikannya salah satu batuan tertua yang pernah ditemukan di Bumi. Hal ini berarti lava tersebut terbentuk tidak lama setelah planet kita lahir, sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu.

Penemuan ini sangat penting karena memberikan bukti langsung tentang kondisi mantel Bumi pada masa awal. Periode Hadean dikenal sebagai masa yang sangat panas dan penuh dengan aktivitas vulkanik, namun sedikit sekali catatan geologis yang tersisa dari era tersebut karena sebagian besar batuan telah didaur ulang oleh tektonik lempeng.

Proses Terbentuknya Lava Kuno

Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4,5 Miliar Tahun melalui serangkaian letusan yang terjadi jutaan tahun lalu. Para ilmuwan percaya bahwa magma yang keluar berasal dari reservoir mantel yang belum tercampur, sehingga mempertahankan komposisi primordialnya. Analisis geokimia menunjukkan bahwa lava ini mengandung isotop tertentu yang hanya bisa terbentuk pada masa awal tata surya.

Penemuan ini juga mengubah pemahaman kita tentang evolusi tektonik lempeng. Beberapa teori sebelumnya menyatakan bahwa mantel Bumi telah tercampur secara homogen selama miliaran tahun, namun lava dari Mayotte menunjukkan adanya kantong-kantong material purba yang masih tersisa.

Dampak bagi Ilmu Pengetahuan dan Masa Depan

Studi ini tidak hanya memberikan informasi tentang masa lalu, tetapi juga membantu memprediksi aktivitas vulkanik di masa depan. Dengan memahami komposisi mantel, para ahli dapat lebih baik dalam memperkirakan letusan gunung api bawah laut yang bisa memicu tsunami atau perubahan lingkungan laut.

  • Penanggalan radiometrik menggunakan isotop uranium-timbal.
  • Sampel lava diambil dengan kapal penelitian khusus.
  • Analisis geokimia dilakukan di laboratorium di Paris dan California.

Selain itu, penemuan ini membuka peluang baru untuk eksplorasi sumber daya mineral di dasar laut. Lava kuno seringkali mengandung logam langka yang bernilai ekonomi tinggi.

Kesimpulan

Temuan Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4,5 Miliar Tahun merupakan tonggak penting dalam geologi. Lava dari Fani Maoré memberikan jendela ke masa lalu Bumi yang sangat awal, membantu kita memahami proses pembentukan planet dan evolusi interiornya. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak rahasia dari periode Hadean yang misterius.

Related Post