Daftar Isi
Kronologi Pencurian yang Menghentikan Operasi Dapur MBG
STNK.CO.ID – 16 Juli 2026 | Dapur MBG di Mojokerto gagal beroperasi gegara perabotan digondol maling, sebuah insiden yang mengguncang program pemberian makanan bergizi gratis di wilayah Mojosari. Pelaku pencurian, seorang pria bernama Bambang, berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian setempat dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian. Perabotan dapur seperti panci, wajan, kompor, dan peralatan masak lainnya dilaporkan raib dari lokasi dapur yang seharusnya mulai beroperasi pekan ini.
Latar Belakang Program Dapur MBG
Program Dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis) adalah inisiatif pemerintah daerah Mojokerto untuk menyediakan makanan sehat bagi anak-anak sekolah dan masyarakat kurang mampu. Dapur yang terletak di Kecamatan Mojosari ini merupakan salah satu dari beberapa dapur yang disiapkan untuk memasak dan mendistribusikan ribuan porsi makanan setiap hari. Namun, niat baik tersebut terhambat oleh aksi kriminal yang tidak terduga.
Detik-Detik Pencurian
Pencurian terjadi pada malam hari saat dapur dalam kondisi kosong. Pelaku diduga masuk dengan cara merusak pintu belakang dapur. Setelah berhasil masuk, Bambang mengambil berbagai perabotan penting yang baru saja dibeli menggunakan dana desa. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Barang-barang yang dicuri antara lain:
- Panci besar berukuran 60 liter (4 unit)
- Wajan anti lengket (6 unit)
- Kompor gas portable (3 unit)
- Pisau dapur dan talenan
- Tabung gas ukuran 12 kg (5 tabung)
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan yang datang pada pagi hari dan melihat pintu rusak serta peralatan berantakan. Laporan segera disampaikan ke Polsek Mojosari.
Penangkapan Pelaku
Polisi bergerak cepat dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari rekaman tersebut, terlihat seorang pria mencurigakan keluar dari dapur sambil membawa karung besar. Identitas pelaku kemudian diketahui bernama Bambang, warga desa tetangga. Ia ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Barang bukti sebagian besar ditemukan di gudang belakang rumahnya, meskipun beberapa barang sudah dijual ke pengepul. Kapolsek Mojosari, AKP Suryono, menyatakan, “Pelaku mengakui perbuatannya karena tergiur harga perabotan yang mahal. Ia berencana menjualnya untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, aksinya berhasil digagalkan berkat kerjasama warga dan petugas.”
Dampak terhadap Operasi Dapur
Akibat pencurian ini, operasi Dapur MBG di Mojokerto terpaksa ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Pihak panitia harus menganggarkan dana kembali untuk membeli peralatan baru. Sementara itu, anak-anak sekolah dan warga yang seharusnya menerima makanan gratis harus menunggu lebih lama. Kepala Dinas Sosial Mojokerto, Drs. Haryanto, mengungkapkan kekecewaannya, “Kami sangat prihatin. Ini adalah bentuk sabotase terhadap program kemanusiaan. Kami akan meningkatkan keamanan di dapur-dapur lain.”
Pelajaran Berharga dari Kasus Ini
Kasus Dapur MBG di Mojokerto gagal beroperasi gegara perabotan digondol maling menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Kejadian ini menyadarkan pentingnya sistem keamanan yang memadai, terutama di tempat-tempat yang menyimpan aset berharga. Masyarakat juga diimbau untuk waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Pemerintah daerah berjanji akan mengevaluasi prosedur pengamanan aset desa. Sementara itu, Bambang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.
Insiden Dapur MBG di Mojokerto gagal beroperasi gegara perabotan digondol maling tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menghambat pelayanan publik. Semoga kejadian serupa tidak terulang di tempat lain. Dengan kerja sama yang baik antara aparat dan warga, lingkungan yang aman dapat tercipta.




