STNK.CO.ID – 15 Juli 2026 | Gempa M 6,1 guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut pada hari ini, mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 6,1 terjadi di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Gempa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada.
Detail Gempa
Gempa terjadi pada pukul 10.45 WITA, dengan episenter terletak di laut sekitar 50 kilometer barat laut Tahuna. Kedalaman gempa mencapai 10 kilometer, termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas lempeng Laut Filipina. Getaran dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah, termasuk Tahuna, Petta, dan sekitarnya. Skala intensitas mencapai IV MMI di Tahuna, yang berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.
Dampak dan Respons
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan yang signifikan. BPBD Sulawesi Utara bersama tim SAR setempat telah melakukan pemantauan di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk menghindari bangunan yang retak dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG. Gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil mungkin terjadi, namun risiko tsunami sudah dipastikan tidak ada.
Analisis Seismologis
Gempa M 6,1 guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut ini merupakan salah satu aktivitas tektonik yang lazim terjadi di kawasan cincin api Pasifik. Wilayah Sulawesi Utara memang dikenal rawan gempa karena berada di pertemuan tiga lempeng besar: Eurasia, Pasifik, dan Filipina. BMKG mencatat bahwa gempa serupa pernah terjadi pada tahun 2022 dengan magnitudo 5,9 di lokasi yang tidak jauh berbeda. Masyarakat diharapkan selalu siap siaga dengan pengetahuan mitigasi bencana.
Kesimpulan
Gempa berkekuatan M 6,1 yang mengguncang Tahuna, Kepulauan Sangihe, tidak menimbulkan ancaman tsunami. Meskipun getaran dirasakan cukup kuat, belum ada laporan kerusakan berarti. Pemerintah daerah dan BMKG terus memantau situasi. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi untuk menghindari risiko akibat gempa susulan.




