Gempa M 5,4 Guncang Buol Sulteng: BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

By

Whitney Riany

13 Juli 2026, 02:55 WIB

Gempa M 5,4 Guncang Buol Sulteng: BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M 5,4 Guncang Buol Sulteng: BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

STNK.CO.ID – 13 Juli 2026 | Gempa M 5 4 Guncang Buol Sulteng pada hari ini mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi tektonik tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer dengan kekuatan magnitudo 5,4. Meskipun getaran terasa cukup kuat, BMKG memastikan bahwa kejadian ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Baca juga:

Detail Kejadian Gempa

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak di darat, sekitar 2 kilometer barat laut Buol, pada koordinat 0,85° LS dan 120,65° BT. Gempa ini termasuk dalam kategori dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Getaran dirasakan di beberapa kecamatan di Buol dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.

Tanggapan BMKG dan Imbauan

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menyatakan bahwa meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. “Kami mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Pastikan informasi hanya berasal dari sumber resmi BMKG,” ujarnya dalam keterangan resmi.

BMKG juga mencatat bahwa gempa M 5 4 Guncang Buol Sulteng ini merupakan rangkaian aktivitas seismik yang sering terjadi di Sulawesi Tengah karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Wilayah ini dikenal rawan gempa, sehingga masyarakat perlu selalu siap siaga.

Baca juga:

Dampak di Lapangan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan yang signifikan. Namun, beberapa warga mengaku sempat panik dan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi. “Getarannya cukup kuat, saya langsung keluar rumah. Untung tidak ada yang terluka,” kata seorang warga Buol, Andi.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah melakukan pemantauan ke lokasi-lokasi yang rawan longsor dan kerusakan. Mereka mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit untuk waspada terhadap tanah longsor susulan.

Analisis Geologis

Gempa M 5 4 Guncang Buol Sulteng terjadi di zona sesar aktif yang membentang dari Teluk Tomini hingga Laut Sulawesi. Menurut data BMKG, dalam sepekan terakhir telah terjadi beberapa gempa kecil di sekitar Buol, namun dengan magnitudo di bawah 3. Gempa kali ini merupakan yang terbesar dalam sebulan terakhir di wilayah tersebut. Pakar geologi dari Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Syamsul Bachri, menjelaskan bahwa gempa dangkal seperti ini sering dipicu oleh pergerakan sesar lokal. “Masyarakat perlu memahami bahwa gempa tidak dapat diprediksi secara pasti, tetapi kesiapsiagaan dapat mengurangi risiko,” ujarnya.

Baca juga:

Langkah Kesiapsiagaan

BMKG merekomendasikan beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi gempa bumi, antara lain:

  • Mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul di lingkungan sekitar.
  • Menyiapkan tas siaga bencana berisi obat-obatan, senter, makanan instan, dan dokumen penting.
  • Menjauhi bangunan yang retak atau tidak kokoh saat gempa terjadi.
  • Tidak menggunakan lift saat gempa, dan segera berlindung di bawah meja yang kuat.

Kesimpulan

Gempa M 5,4 yang mengguncang Buol, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 kilometer tidak menimbulkan potensi tsunami dan belum menimbulkan dampak kerusakan berarti. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG atau BPBD setempat. Kesiapsiagaan individu dan komunitas menjadi kunci dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi di wilayah rawan seismik seperti Sulawesi Tengah.

Author Image

Related Post