FKSS Jabar Kritik Aplikasi CADAS: Merugikan Sekolah Swasta Kerja Sama

By

Alexandreina Rozmonda

16 Juli 2026, 22:52 WIB

FKSS Jabar Kritik Aplikasi CADAS: Merugikan Sekolah Swasta Kerja Sama
FKSS Jabar Kritik Aplikasi CADAS: Merugikan Sekolah Swasta Kerja Sama

STNK.CO.ID – 16 Juli 2026 | Ketua Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) Jawa Barat, Ahmad Zaky, menyatakan bahwa keberadaan Aplikasi Cadangan SPMB (CADAS) justru merugikan Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK). Pernyataan ini mencuat setelah aplikasi CADAS dijalankan meskipun seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dinyatakan telah berakhir. Dalam konferensi pers di Bandung, Ahmad Zaky menegaskan bahwa FKSS Jabar nilai keberadaan aplikasi cadangan SPMB rugikan sekolah swasta karena mengubah aturan main di menit-menit akhir.

Baca juga:

Kronologi Keberatan FKSS Jabar

Dalam SPMB TA 2026/2027, sekolah swasta yang tergabung dalam SSK telah mengisi kuota berdasarkan hasil seleksi yang sah. Namun, dengan adanya CADAS, muncul kekhawatiran bahwa kuota tersebut bisa berubah secara sepihak. “Kami khawatir aplikasi ini menjadi celah untuk memindahkan siswa dari sekolah swasta ke sekolah negeri di luar mekanisme yang seharusnya,” tambah Ahmad Zaky.

Dampak terhadap Sekolah Swasta

Keberadaan aplikasi CADAS dinilai memberikan dampak negatif bagi SSK, terutama dalam hal perencanaan penerimaan siswa. Sekolah swasta yang telah menyiapkan fasilitas dan tenaga pengajar berdasarkan jumlah siswa yang diterima kini harus menghadapi kemungkinan pengurangan siswa secara mendadak. Hal ini tentu berdampak pada keuangan sekolah dan mutu pendidikan.

Baca juga:

Selain itu, FKSS Jabar juga menyoroti aspek transparansi dan keadilan dalam penerapan CADAS. Mereka mendesak Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk segera mengevaluasi penggunaan aplikasi tersebut dan memastikan tidak ada kebijakan yang merugikan salah satu pihak. “Kami meminta agar pemerintah daerah mendengarkan aspirasi kami. Jangan sampai kebijakan yang dibuat justru mematikan sekolah swasta yang sudah berperan dalam mencerdaskan bangsa,” tegas Ahmad Zaky.

Respons Dinas Pendidikan

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Jawa Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait protes dari FKSS Jabar. Namun, beberapa sumber internal menyebutkan bahwa aplikasi CADAS sebenarnya dirancang untuk mengantisipasi kekosongan kursi di sekolah negeri akibat siswa yang mengundurkan diri. Meski demikian, cara peluncurannya yang mendadak menuai kritik.

Baca juga:

Kesimpulan

Persoalan aplikasi CADAS menjadi pelajaran penting bagi semua pemangku kepentingan dalam sistem pendidikan. Transparansi dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan sekolah swasta sangat diperlukan agar kebijakan serupa tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari. FKSS Jabar berkomitmen untuk terus mengawal proses SPMB dan memperjuangkan hak-hak sekolah swasta. Ke depannya, diharapkan ada perbaikan mekanisme yang lebih adil dan partisipatif, sehingga tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan. FKSS Jabar nilai keberadaan aplikasi cadangan SPMB rugikan sekolah swasta, dan ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Related Post