Daftar Isi
STNK.CO.ID – 20 Juli 2026 | Fitur Artificial Intelligence (AI) Google, khususnya AI Overview yang terintegrasi di Google Search, dinilai belum layak menjadi sumber informasi utama bagi anak-anak. Hal ini menyusul laporan bahwa fitur tersebut kerap menyajikan jawaban yang keliru dan minimnya fitur parental control yang memadai. Kekhawatiran ini muncul dari berbagai pihak, termasuk pegiat literasi digital dan orang tua, yang menilai teknologi AI masih memiliki celah serius dalam menyaring informasi yang akurat dan aman bagi anak.
Masalah Akurasi Informasi
AI Overview dirancang untuk memberikan ringkasan jawaban langsung dari hasil pencarian tanpa perlu mengklik tautan. Namun, dalam praktiknya, sistem ini sering menghasilkan respons yang tidak akurat atau bahkan menyesatkan. Misalnya, ketika seorang anak bertanya tentang fakta sejarah, AI Overview bisa memberikan tanggal yang salah atau mencampuradukkan peristiwa. Ketidakakuratan ini sangat berbahaya karena anak-anak cenderung menerima informasi secara mentah tanpa kemampuan verifikasi yang memadai. AI Google dinilai belum layak menjadi sumber informasi utama bagi anak karena risiko misinformasi yang tinggi, terutama pada topik-topik sensitif seperti kesehatan, sains, dan sejarah.
Minimnya Fitur Kontrol Orang Tua
Selain akurasi, kekhawatiran lain adalah minimnya kontrol yang dapat dilakukan orang tua terhadap output AI Overview. Tidak ada filter khusus yang membatasi konten yang tidak sesuai usia anak. Platform seperti YouTube Kids setidaknya memiliki kurasi konten, sedangkan AI Google tidak menyediakan pengaturan serupa. Orang tua sulit memantau pertanyaan apa saja yang diajukan anak dan jawaban apa yang diberikan AI. Ini menjadikan AI Google belum layak menjadi sumber informasi utama bagi anak tanpa pengawasan ketat dari orang dewasa.
Dampak pada Perkembangan Anak
Paparan informasi yang salah dapat memengaruhi cara berpikir kritis anak. Jika anak terbiasa menerima jawaban instan yang belum terverifikasi, mereka bisa kehilangan kebiasaan memeriksa fakta dan bertanya lebih dalam. Selain itu, jawaban yang bias atau tidak tepat dapat membentuk opini yang keliru sejak dini. Para ahli menekankan bahwa AI Google dinilai belum layak menjadi sumber informasi utama bagi anak dan sebaiknya digunakan sebagai alat bantu belajar dengan pendampingan orang tua.
Rekomendasi untuk Orang Tua
Untuk mengurangi risiko, orang tua disarankan untuk mengaktifkan SafeSearch pada browser dan memanfaatkan fitur pembatasan waktu layar. Akan tetapi, SafeSearch tidak sepenuhnya memblokir konten berbahaya atau jawaban AI yang salah. Pendampingan langsung saat anak mencari informasi di Google tetap menjadi langkah paling efektif. Selain itu, penggunaan platform edukasi khusus anak bisa menjadi alternatif yang lebih aman.
Kesimpulan
Fitur AI Overview Google memang menawarkan kemudahan dalam mengakses informasi, tetapi untuk anak-anak, risikonya masih terlalu besar. Akurasi yang rendah dan minimnya kontrol orang tua membuat AI Google dinilai belum layak menjadi sumber informasi utama bagi anak. Orang tua perlu lebih waspada dan aktif mendampingi anak dalam menggunakan teknologi AI. Ke depannya, Google diharapkan dapat meningkatkan keandalan AI Overview dan menyediakan fitur parental control yang lebih komprehensif agar teknologi ini benar-benar bermanfaat bagi semua kalangan, termasuk anak-anak.




