Daftar Isi
STNK.CO.ID – 23 Juli 2026 | Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan pendekatan kepada Pep Guardiola untuk mengisi kursi pelatih Timnas Italia. Keputusan ini diambil setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri dari posisinya. Kabar ini pertama kali diungkapkan oleh Presiden FIGC, Giovanni Malago, yang menyatakan bahwa komunikasi dengan pelatih asal Spanyol tersebut sudah berjalan.
Latar Belakang Pendekatan FIGC ke Pep Guardiola
Setelah kegagalan Italia di Piala Dunia 2022 dan hasil kurang memuaskan di Euro 2024, FIGC mulai mencari figur baru yang mampu membangkitkan kembali kejayaan Azzurri. Pep Guardiola, yang saat ini masih menangani Manchester City, menjadi target utama karena reputasinya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Malago mengatakan bahwa mereka sudah menghubungi Guardiola dan menunggu tanggapan dari pelatih asal Katalunya tersebut.
Pendekatan FIGC ke Pep Guardiola ini tidak terlepas dari prestasi gemilangnya bersama Manchester City, Barcelona, dan Bayern Munich. Guardiola dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang yang atraktif dan kemampuannya mengembangkan pemain muda. Italia, yang sedang dalam masa transisi, membutuhkan sosok yang bisa membangun tim jangka panjang.
Tantangan FIGC Dekati Pep Guardiola
Meski FIGC telah mengonfirmasi pendekatan ke Pep Guardiola, masih ada beberapa kendala. Kontrak Guardiola bersama Manchester City masih berlaku hingga 2025, dan ia kerap menyatakan betah di Etihad Stadium. Selain itu, tawaran finansial dari klub Premier League itu sulit ditandingi oleh federasi Italia. Namun, Malago optimistis karena Guardiola pernah menyatakan ketertarikannya melatih tim nasional di masa depan.
Dalam wawancara sebelumnya, Guardiola mengaku terbuka pada tantangan baru, termasuk melatih tim nasional. Baginya, melatih Italia adalah impian karena negara tersebut memiliki sejarah sepak bola yang kaya. FIGC berharap faktor emosional ini bisa menjadi daya tarik bagi Guardiola untuk menerima tawaran.
Reaksi Publik dan Dampaknya
Berita pendekatan FIGC ke Pep Guardiola ini langsung menjadi perbincangan hangat di media Italia dan internasional. Banyak pihak mendukung langkah federasi karena Guardiola dianggap mampu mengembalikan kejayaan Italia seperti era 2006. Namun, tidak sedikit yang skeptis mengingat gaji tinggi Guardiola dan komitmennya terhadap Manchester City.
Jika Guardiola akhirnya bergabung, Italia akan memiliki pelatih asing pertama sejak Franco Bearzotti (walaupun Bearzotti adalah Italia-Amerika, Guardiola akan menjadi non-Italia sejati). Hal ini bisa menjadi titik balik bagi FIGC dalam memodernisasi sepak bola Italia.
Kesimpulannya, langkah FIGC mendekati Pep Guardiola menunjukkan keseriusan federasi untuk bangkit dari masa sulit. Meskipun belum ada kepastian, komunikasi yang sudah terjalin membuka peluang besar bagi Italia untuk memiliki pelatih top dunia. Kita tunggu perkembangan selanjutnya dalam waktu dekat.




