Dua Kecelakaan Kereta Api di Semarang dan Batang: Dua Tewas, Dua Luka-luka

By

Reshawnda Morgance

20 Juli 2026, 19:52 WIB

Dua Kecelakaan Kereta Api di Semarang dan Batang: Dua Tewas, Dua Luka-luka
Dua Kecelakaan Kereta Api di Semarang dan Batang: Dua Tewas, Dua Luka-luka

STNK.CO.ID – 20 Juli 2026 | Dua kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Semarang dan Batang, mengakibatkan dua orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tragis ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang.

Di Kota Semarang, sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh Rujito dengan membonceng dua anak berseragam sekolah dasar tiba-tiba menerobos palang pintu rel kereta api di Jalan Kokrosono. Akibatnya, mereka tertabrak kereta api yang melintas. Kejadian ini menewaskan Rujito dan seorang anak, sementara satu anak lainnya mengalami luka berat.

Baca juga:

Sementara itu, di Batang, kecelakaan serupa juga terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Seorang pengendara motor bernama Sugeng tewas setelah menerobos rel saat kereta api melintas. Seorang penumpang di belakangnya mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kedua kejadian ini menyoroti kondisi perlintasan sebidang yang masih rawan kecelakaan. Banyak perlintasan tidak dilengkapi palang pintu atau penjaga, sehingga pengendara sering kali nekat melintas meskipun ada kereta api mendekat. Polisi dan PT KAI mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan kereta api.

Kecelakaan di Semarang terjadi pada pagi hari saat jam sibuk sekolah. Korban Rujito diketahui sedang dalam perjalanan mengantar anaknya ke sekolah. Ia nekat menerobos palang pintu yang sudah setengah tertutup, mungkin karena terburu-buru. Sayangnya, keputusan itu berakibat fatal. Saksi mata mengatakan bahwa kereta api melaju cukup cepat dan tidak bisa mengerem mendadak.

Baca juga:

Di Batang, kondisi perlintasan tanpa palang pintu menjadi faktor utama kecelakaan. Banyak warga setempat mengeluhkan minimnya fasilitas keselamatan di perlintasan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah dan PT KAI segera memasang palang pintu atau memberikan penjagaan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Petugas dari kepolisian dan PT KAI telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Sementara itu, korban luka-luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Keluarga korban yang tewas mendapatkan trauma dan dukungan dari pihak terkait.

Kecelakaan kereta api di Indonesia masih menjadi masalah serius. Berdasarkan data dari PT KAI, mayoritas kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang yang tidak dijaga. Edukasi kepada masyarakat tentang keselamatan di perlintasan kereta api perlu terus digalakkan. Selain itu, perbaikan infrastruktur seperti pemasangan palang pintu otomatis dan penambahan pos penjagaan sangat diperlukan.

Baca juga:

Kejadian ini menambah panjang daftar kecelakaan di perlintasan kereta api di Jawa Tengah. Diharapkan dengan adanya peristiwa ini, semua pihak lebih waspada dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Keselamatan di perlintasan kereta api adalah tanggung jawab bersama.

Sebagai penutup, penting bagi pengguna jalan untuk selalu berhenti, melihat, dan mendengar sebelum melintasi rel kereta api. Jangan pernah memaksakan diri meskipun terburu-buru. Nyawa lebih berharga daripada waktu beberapa menit.

Related Post