Daftar Isi
Ledakan Mengguncang Kompleks Olahraga Dadaha
STNK.CO.ID – 14 Juli 2026 | Seorang pedagang di kompleks olahraga Dadaha, Tasikmalaya, mengalami kejang hebat akibat ledakan bom rakitan yang terjadi di dekatnya. Peristiwa yang menggegerkan warga ini menjadi sorotan publik setelah pedagang tersebut menceritakan detik-detik mengerikan saat bom meledak. Kisah “Pedagang Cerita Detik-detik Bom Rakitan Meledak di Tasik Saya Sampai Kejang” ini menggambarkan betapa traumatisnya kejadian tersebut.
Ledakan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, saat kompleks olahraga sedang ramai dikunjungi warga. Pedagang bernama Resa (35) yang memiliki lapak di lokasi kejadian menjadi saksi langsung. Ia menuturkan bahwa dirinya tiba-tiba mendengar suara ledakan keras dari arah belakang lapaknya. Dalam sekejap, tubuhnya tersentak dan ia merasakan getaran kuat yang membuatnya jatuh tersungkur. “Saya sampai kejang-kejang, badan saya gemetar tidak bisa dikendalikan,” ujar Resa kepada petugas.
Kronologi Ledakan Bom Rakitan
Resa mengaku bahwa dirinya tidak menyangka akan mengalami kejadian sehoror itu. “Saya pikir itu petasan, tapi ternyata ledakannya sangat besar. Saya langsung kejang dan tidak sadar beberapa saat,” kenangnya. Pedagang lain yang berada di dekatnya juga ikut panik dan berlari menyelamatkan diri. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun dua orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan.
Dampak Psikologis bagi Pedagang
Setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi Resa berangsur membaik. Namun, ia masih merasakan trauma berat. “Setiap kali mendengar suara keras, saya langsung gemetar. Saya takut kejadian itu terulang lagi,” tuturnya. Psikolog dari Puskesmas setempat memberikan pendampingan untuk membantu pemulihan mental para korban dan saksi. Kejadian “Pedagang Cerita Detik-detik Bom Rakitan Meledak di Tasik Saya Sampai Kejang” ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan terhadap benda mencurigakan.
Reaksi Warga dan Aparat
Warga sekitar kompleks olahraga Dadaha mengaku kaget dan resah. Mereka berharap polisi segera mengungkap pelaku. Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rizky, menyatakan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk menyelidiki kasus ini. “Kami mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kami akan bekerja keras mengungkap pelaku,” ujarnya dalam konferensi pers.
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga memberikan perhatian khusus. Wali Kota setempat menginstruksikan peningkatan keamanan di area publik, terutama tempat-tempat yang sering dikunjungi warga. Pos pengamanan tambahan didirikan di sekitar kompleks olahraga Dadaha untuk mencegah hal serupa terjadi lagi.
Kesimpulan
Ledakan bom rakitan di Tasikmalaya telah mengguncang ketenangan warga dan meninggalkan trauma bagi para saksi, khususnya pedagang yang menjadi korban langsung. Cerita mencekam “Pedagang Cerita Detik-detik Bom Rakitan Meledak di Tasik Saya Sampai Kejang” mengingatkan kita akan ancaman teror yang bisa terjadi kapan saja. Kejadian ini mendorong aparat untuk meningkatkan penyelidikan dan pengawasan, serta masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar.




