Daftar Isi
STNK.CO.ID – 16 Juli 2026 | Dalam sebuah diskusi yang digelar baru-baru ini, tokoh muda Indonesia Dahnil Anzar kembali mencuri perhatian dengan gagasannya tentang pengembangan pariwisata. Ia mendorong semangat travel beyond profit, sebuah konsep yang menekankan bahwa perjalanan wisata tidak semata-mata untuk keuntungan ekonomi, tetapi juga untuk membangun pemahaman dan koneksi antarbudaya. Gagasan ini disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk Amaludin Wahab, seorang praktisi pariwisata yang menilai konsep ini sebagai terobosan penting bagi industri wisata Tanah Air.
Apa Itu Travel Beyond Profit?
Travel beyond profit adalah pendekatan pariwisata yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, edukasi, dan keberlanjutan di atas keuntungan finansial. Dahnil Anzar menekankan bahwa esensi bepergian adalah untuk belajar, berbagi, dan memperkuat solidaritas antarmanusia. Dalam konsep ini, wisatawan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga agen perubahan yang membawa dampak positif bagi komunitas lokal. Dahnil Anzar dorong semangat travel beyond profit sebagai alternatif dari model pariwisata massal yang seringkali mengabaikan aspek sosial dan lingkungan.
Pariwisata Dua Arah: Solusi untuk Hubungan yang Lebih Setara
Salah satu poin utama dalam gagasan Dahnil adalah pengembangan pariwisata dua arah. Selama ini, pariwisata seringkali bersifat satu arah: wisatawan dari negara maju datang ke destinasi di negara berkembang, menikmati layanan, lalu pergi tanpa meninggalkan dampak signifikan. Dahnil mengusulkan model sebaliknya, di mana wisatawan juga belajar dari budaya lokal dan masyarakat setempat mendapat manfaat yang setara. Amaludin Wahab menyambut baik gagasan ini karena ia melihat potensi besar dalam menciptakan hubungan yang lebih adil antara wisatawan dan tuan rumah. Dahnil Anzar dorong semangat travel beyond profit sebagai landasan filosofis untuk mewujudkan pariwisata dua arah yang berkelanjutan.
Respon Positif dari Praktisi Pariwisata
Amaludin Wahab, yang telah lama berkecimpung di dunia pariwisata, mengaku optimistis dengan ide yang ditawarkan Dahnil. Menurutnya, konsep travel beyond profit dapat menjadi solusi atas berbagai masalah yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia, seperti kerusakan lingkungan, komersialisasi budaya, dan ketimpangan ekonomi. Ia menambahkan bahwa dengan mengadopsi semangat ini, destinasi wisata di Indonesia tidak hanya akan menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dahnil Anzar dorong semangat travel beyond profit sebagai gerakan moral yang harus didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan wisatawan itu sendiri.
Implikasi bagi Industri Pariwisata Nasional
Jika diterapkan secara luas, konsep travel beyond profit bisa mengubah peta pariwisata Indonesia. Destinasi yang sebelumnya hanya dikenal sebagai tempat rekreasi kini bisa menjadi pusat pembelajaran dan pertukaran budaya. Wisatawan tidak lagi sekadar berfoto di tempat ikonik, tetapi diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengikuti kegiatan tradisional, dan memahami nilai-nilai lokal. Hal ini sejalan dengan tren global yang semakin mengutamakan pengalaman autentik dan bertanggung jawab. Dahnil Anzar dorong semangat travel beyond profit sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Kesimpulan
Gagasan Dahnil Anzar tentang travel beyond profit dan pariwisata dua arah mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan, konsep ini berpotensi membawa perubahan positif bagi industri pariwisata Indonesia. Dukungan dari praktisi seperti Amaludin Wahab menunjukkan bahwa ide ini tidak hanya utopis, tetapi dapat diimplementasikan secara konkret. Sudah saatnya kita semua merenungkan makna sebenarnya dari bepergian dan bersama-sama mewujudkan pariwisata yang lebih bermakna.




