Daftar Isi
STNK.CO.ID – 22 Juli 2026 | Antonio Rattin, mantan kapten tim nasional Argentina yang terkenal akibat insiden kontroversial pada Piala Dunia 1966, dikabarkan meninggal dunia pada usia 87 tahun. Kepergian Rattin meninggalkan warisan abadi dalam sejarah sepak bola, terutama sebagai titik awal rivalitas panas antara Inggris dan Argentina yang masih terasa hingga kini.
Karier dan Peran Antonio Rattin
Antonio Rattin lahir pada 16 Oktober 1937 di Buenos Aires, Argentina. Ia memulai karier sepak bolanya di klub lokal Boca Juniors sebelum akhirnya menjadi kapten tim nasional Argentina. Rattin dikenal sebagai gelandang bertahan yang tangguh, dengan kemampuan membaca permainan yang tajam. Namun, namanya lebih dikenal karena perannya dalam peristiwa yang oleh banyak pihak disebut sebagai ‘El Robo’ atau perampokan pada Piala Dunia 1966.
Insiden 1966: Awal Mula Rivalitas Inggris vs Argentina
Pada perempat final Piala Dunia 1966 yang digelar di London, Inggris menghadapi Argentina. Pertandingan berlangsung sengit dan keras. Wasit asal Jerman, Rudolf Kreitlein, mengusir Antonio Rattin dari lapangan setelah pelanggaran keras. Keputusan ini memicu kemarahan pemain Argentina, yang menilai wasit tidak adil. Argentina akhirnya kalah 1-0 melalui gol Geoff Hurst yang dianggap offside oleh pihak Argentina. Insiden ini membuat Argentina merasa dirampok, dan sejak saat itu rivalitas antara kedua negara semakin memanas.
Dampak Langsung: Konsep Kartu Kuning dan Merah
Kekacauan yang terjadi pada laga tersebut mendorong FIFA untuk memperkenalkan sistem kartu kuning dan kartu merah pada Piala Dunia berikutnya di Meksiko 1970. Dengan demikian, insiden yang melibatkan Antonio Rattin meninggalkan jejak dalam peraturan sepak bola dunia.
Warisan dan Kenangan tentang Antonio Rattin
Antonio Rattin tidak hanya dikenang karena kartu merahnya, tetapi juga sebagai simbol perlawanan Argentina terhadap apa yang mereka anggap ketidakadilan. Sepanjang hidupnya, Rattin kerap mengkritik keputusan wasit pada tahun 1966. Dalam wawancara sebelum kematiannya, ia tetap bersikukuh bahwa Argentina dirampok kemenangan. Bagi penggemar sepak bola Argentina, Rattin adalah pahlawan yang berani melawan dominasi Inggris.
Rivalitas yang Berlanjut Hingga Kini
Rivalitas Inggris vs Argentina tidak berhenti di 1966. Peristiwa ‘Tangan Tuhan’ Diego Maradona pada 1986, kartu merah David Beckham pada 1998, serta bentrokan politik akibat Perang Falklands semakin memperkeruh hubungan kedua tim. Setiap pertemuan selalu diwarnai tensi tinggi. Kematian Antonio Rattin mengingatkan kembali pada akar perseteruan ini, yang telah berlangsung lebih dari setengah abad.
Reaksi Dunia Sepak Bola
Kabar duka tentang Antonio Rattin meninggal disambut dengan penghormatan dari berbagai pihak. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut Rattin sebagai salah satu kapten terbesar dalam sejarah Argentina. Sementara itu, beberapa mantan pemain Inggris juga memberikan ucapan belasungkawa, meski tetap mengakui peran Rattin dalam salah satu pertandingan paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia.
Antonio Rattin meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Ia akan dikenang sebagai figur yang tak terpisahkan dari narasi rivalitas Inggris-Argentina. Warisannya akan terus hidup dalam setiap duel sengit antara kedua tim di masa depan.




