Andre Rosiade Kawal Proyek Tol Bukittinggi-Sicincin Rp29 Triliun: Target Percepatan Pembangunan

By

Admin

14 Juli 2026, 17:50 WIB

Andre Rosiade Kawal Proyek Tol Bukittinggi-Sicincin Rp29 Triliun: Target Percepatan Pembangunan
Andre Rosiade Kawal Proyek Tol Bukittinggi-Sicincin Rp29 Triliun: Target Percepatan Pembangunan

STNK.CO.ID – 14 Juli 2026 | Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memimpin rapat percepatan pembangunan Tol Pekanbaru-Padang, khususnya seksi Bukittinggi-Sicincin yang bernilai Rp29 triliun. Proyek strategis nasional ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat dan Riau. Andre Rosiade kawal proyek tol Bukittinggi-Sicincin Rp29 triliun dipercepat agar realisasi pembangunan sesuai target pemerintah.

Baca juga:

Latar Belakang Proyek Tol Bukittinggi-Sicincin

Tol Bukittinggi-Sicincin merupakan bagian dari ruas tol Pekanbaru-Padang yang menghubungkan dua provinsi utama di Sumatera. Dengan panjang sekitar 30 kilometer, proyek ini menjadi prioritas karena dapat memangkas waktu tempuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Pemerintah menargetkan konstruksi seksi ini dapat dimulai pada tahun ini setelah melalui proses lelang dan pembebasan lahan.

Andre Rosiade, sebagai politisi asal Sumatera Barat, menekankan pentingnya percepatan proyek ini. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Jakarta, ia mendorong Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menyelesaikan kendala teknis dan administratif. “Kita harus memastikan proyek ini berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.

Manfaat Percepatan Pembangunan Tol

Pembangunan tol Bukittinggi-Sicincin diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain memperlancar arus logistik dan mobilitas penduduk, proyek ini juga membuka akses ke kawasan wisata dan sentra produksi pertanian. Andre Rosiade kawal proyek tol Bukittinggi-Sicincin Rp29 triliun dipercepat untuk memastikan manfaatnya segera dirasakan.

Langkah Konkret yang Dilakukan

Andre Rosiade bersama Komisi VI DPR terus mengawal progres proyek ini. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  • Mempercepat proses lelang konstruksi dengan meminta BUJT segera mengajukan dokumen lengkap.
  • Mendorong pemerintah daerah untuk mendukung pembebasan lahan.
  • Melakukan rapat evaluasi setiap bulan untuk memantau capaian.

Ia juga berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat sertifikasi tanah yang terkena trase tol. Dengan pengawalan ketat, diharapkan target operasional tol Bukittinggi-Sicincin pada 2027 dapat terwujud.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Sumatera Barat menyambut baik langkah Andre Rosiade. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian beliau terhadap proyek ini,” ucapnya. Dukungan dari DPR menjadi kunci dalam mempercepat realisasi infrastruktur yang sempat tertunda.

Tantangan dan Harapan Ke Depan

Selain pembebasan lahan, cuaca dan kondisi geografis Sumatera Barat yang berbukit menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan teknologi konstruksi modern, hambatan tersebut dapat diatasi. Andre Rosiade menegaskan bahwa proyek ini harus berjalan transparan dan akuntabel.

Masyarakat sekitar berharap kehadiran tol dapat meningkatkan perekonomian lokal. Pedagang dan petani di Bukittinggi dan Sicincin menanti kemudahan distribusi hasil bumi. Andre Rosiade kawal proyek tol Bukittinggi-Sicincin Rp29 triliun dipercepat agar tidak ada lagi hambatan birokrasi yang memperlambat.

Kesimpulan

Proyek Tol Bukittinggi-Sicincin senilai Rp29 triliun menjadi prioritas nasional yang terus dikawal oleh Andre Rosiade. Dengan percepatan pembangunan, konektivitas Sumatera akan semakin kuat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Semua pihak diharapkan bersinergi untuk merealisasikan target operasional sesuai rencana.

Author Image

Author

Admin

Related Post