Ancaman DBD di Tasikmalaya: 138 Kasus, Anak-anak Paling Terdampak

By

Tyas muwaffaqah

23 Juli 2026, 17:51 WIB

Ancaman DBD di Tasikmalaya: 138 Kasus, Anak-anak Paling Terdampak
Ancaman DBD di Tasikmalaya: 138 Kasus, Anak-anak Paling Terdampak

STNK.CO.ID – 23 Juli 2026 | Sejak Januari hingga Juli 2026, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mencatat sebanyak 138 kasus demam berdarah dengue (DBD). Yang memprihatinkan, mayoritas penderitanya adalah anak-anak. Kondisi 138 Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Didominasi Anak-anak ini menjadi peringatan bagi orang tua dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga:

Lonjakan Kasus DBD di Tasikmalaya

Data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa dari total 138 kasus, sekitar 60% merupakan pasien berusia di bawah 15 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini. Peningkatan kasus terjadi seiring dengan musim hujan yang menciptakan tempat berkembang biak ideal bagi nyamuk.

Faktor Penyebab Dominasi Kasus pada Anak

Beberapa faktor menyebabkan anak-anak lebih banyak terinfeksi DBD. Pertama, sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan. Kedua, aktivitas anak yang sering bermain di luar rumah meningkatkan risiko paparan gigitan nyamuk. Ketiga, kesadaran orang tua untuk menggunakan pelindung seperti lotion anti nyamuk atau kelambu masih rendah. Pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkala.

Baca juga:

Upaya Penanganan oleh Pemerintah

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan penyebaran DBD. Fogging atau pengasapan dilakukan di daerah-daerah yang terdeteksi kasus. Selain itu, petugas kesehatan gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Rumah sakit juga disiagakan untuk melayani pasien DBD, terutama anak-anak yang membutuhkan perawatan intensif.

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diminta untuk menerapkan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat penampungan air, serta menggunakan obat anti nyamuk. Orang tua juga harus waspada terhadap gejala DBD pada anak seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, serta munculnya bintik merah di kulit. Jika anak menunjukkan gejala tersebut, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga:

Kasus 138 Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Didominasi Anak-anak menunjukkan urgensi penanganan serius. Kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menekan angka kasus. Dengan langkah preventif yang tepat, penyebaran DBD dapat diminimalisir. Ingatlah bahwa 138 Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Didominasi Anak-anak adalah pengingat bahwa kesehatan anak harus menjadi prioritas utama.

Related Post