Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Meningkat: Frekuensi Erupsi dan Dentuman Bertambah

By

Alexandreina Rozmonda

9 Juli 2026, 01:51 WIB

Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Meningkat: Frekuensi Erupsi dan Dentuman Bertambah
Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Meningkat: Frekuensi Erupsi dan Dentuman Bertambah

STNK.CO.ID – 09 Juli 2026 | Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok melaporkan bahwa frekuensi erupsi serta dentuman yang terdengar dari kawah terus bertambah sejak Juni hingga Juli 2026. Meski status masih berada di Level II (Waspada), masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati zona berbahaya.

Baca juga:

Peningkatan Aktivitas Sejak Juni 2026

Berdasarkan data dari petugas pos pengamatan, erupsi yang terjadi pada Juni 2026 tercatat sebanyak 12 kali, namun pada Juli 2026 angka tersebut melonjak menjadi 25 kali dalam sepekan. Dentuman yang menyertai erupsi juga semakin keras dan kerap terdengar hingga radius 5 kilometer dari puncak. Material yang dilontarkan berupa abu vulkanik setinggi 200 hingga 500 meter, yang mengarah ke barat dan barat laut.

Status Level II: Waspada

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa status Level II (Waspada) belum dinaikkan ke Level III (Siaga) karena aktivitas masih fluktuatif. Meski demikian, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Pemerintah daerah telah menyiapkan posko siaga bencana dan jalur evakuasi bila sewaktu-waktu status dinaikkan.

Baca juga:

Dampak pada Masyarakat Sekitar

Warga di desa-desa sekitar lereng gunung, seperti Desa Lamawolo dan Desa Jak, melaporkan suara gemuruh serta getaran ringan yang cukup mengganggu. Beberapa sekolah sempat diliburkan sebagai langkah antisipasi. Petugas juga membagikan masker kepada warga untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Aktivitas pertanian di lahan berdekatan puncak sementara dihentikan.

Rekomendasi Tim Pengamat

Tim pengamat vulkanik menyarankan agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Mereka juga meminta warga untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya (hoaks) terkait erupsi. Setiap perkembangan status akan diumumkan melalui kanal resmi PVMBG.

Baca juga:

Kesimpulan

Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Meningkat Frekuensi Erupsi dan Dentuman Bertambah merupakan fenomena alam yang perlu diantisipasi dengan kesiapsiagaan. Kewaspadaan bersama antara pemerintah, tim ahli, dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko. Status Level II saat ini belum mengindikasikan bahaya besar, namun perubahan cepat dapat terjadi kapan saja. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dan tidak melakukan aktivitas di zona bahaya.

Related Post