Pramono Anung Tegaskan Ruang Perayaan Hari Agama di Jakarta sebagai Wujud Keberagaman

By

Whitney Riany

15 Juli 2026, 15:29 WIB

Pramono Anung Tegaskan Ruang Perayaan Hari Agama di Jakarta sebagai Wujud Keberagaman
Pramono Anung Tegaskan Ruang Perayaan Hari Agama di Jakarta sebagai Wujud Keberagaman

STNK.CO.ID – 15 Juli 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang yang setara bagi perayaan hari besar keagamaan di ibu kota. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Harmony in Diversity Award 2026 yang digelar di Jakarta. Pramono Sebut Perayaan Hari Agama Dapat Ruang di DKI Bicara Keberagaman menjadi sorotan utama dalam diskusi tersebut, menandai langkah konkret pemerintah provinsi dalam merawat toleransi dan pluralisme.

Baca juga:

Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa Jakarta sebagai miniatur Indonesia harus menjadi contoh dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. “Kita ingin semua warga Jakarta, tanpa memandang latar belakang agama, merasa dihargai dan memiliki tempat untuk merayakan keyakinannya,” ujar Pramono. Ia juga mengapresiasi Harmony in Diversity Award yang memberikan penghargaan kepada individu dan komunitas yang berkontribusi pada perdamaian dan kolaborasi lintas iman.

Komitmen Pemerintah terhadap Toleransi

Pramono Sebut Perayaan Hari Agama Dapat Ruang di DKI Bicara Keberagaman bukan sekadar retorika. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung perayaan hari besar keagamaan, termasuk penyediaan lokasi, izin keramaian, dan fasilitas pendukung. Selain itu, program-program edukasi keberagaman juga digalakkan di sekolah-sekolah dan komunitas.

“Kami memiliki tim khusus yang berkoordinasi dengan tokoh agama untuk memastikan setiap perayaan berlangsung aman dan tertib. Tidak ada perbedaan perlakuan antara satu agama dengan yang lain,” jelas Pramono dalam sesi tanya jawab. Langkah ini dianggap penting untuk meredam potensi konflik horizontal yang kerap dipicu oleh isu sensitif keagamaan.

Baca juga:

Harmony in Diversity Award 2026

Acara Harmony in Diversity Award 2026 dihadiri oleh puluhan tokoh lintas iman, akademisi, dan aktivis sosial. Penghargaan diberikan kepada tiga kategori: individu, komunitas, dan lembaga pendidikan. Salah satu penerima penghargaan dari komunitas lintas agama mengungkapkan bahwa pengakuan dari pemerintah daerah ini memberikan semangat baru dalam upaya merawat perdamaian.

“Kami merasa dihargai. Selama ini kami bekerja tanpa pamrih, dan penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius dalam mewujudkan keberagaman,” kata perwakilan penerima penghargaan. Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya dari berbagai tradisi, mulai dari tarian daerah hingga musik gospel dan qasidah.

Dampak Bagi Masyarakat Jakarta

Pramono Sebut Perayaan Hari Agama Dapat Ruang di DKI Bicara Keberagaman diharapkan dapat memperkuat kohesi sosial di tengah pluralitas warga Jakarta. Data Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Jakarta dihuni oleh enam agama resmi dengan ribuan tempat ibadah. Selama ini, perayaan hari besar seperti Idul Fitri, Natal, Waisak, Nyepi, dan Imlek telah menjadi momen bersama yang dinikmati lintas komunitas.

Baca juga:

Namun, masih ada tantangan seperti penggunaan ruang publik yang terbatas dan potensi gesekan antar kelompok. Pemerintah berjanji akan terus melakukan dialog dan sosialisasi untuk meminimalisir hal tersebut. “Kami akan buka kanal pengaduan dan mediasi jika terjadi perselisihan. Semua harus diselesaikan dengan kepala dingin,” tegas Pramono.

Implementasi kebijakan ini juga mendapat sambutan positif dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta. Ketua MUI DKI Jakarta mengatakan bahwa memberikan ruang bagi semua agama adalah bentuk keadilan substantif. “Ini sesuai dengan ajaran Islam yang menghormati perbedaan. Kami dukung penuh program Pak Gubernur,” ujarnya.

Kesimpulan

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengenai ruang perayaan hari agama menegaskan kembali komitmen Jakarta sebagai kota yang inklusif dan toleran. Melalui langkah konkret dan kerja sama dengan berbagai pihak, diharapkan keberagaman di Jakarta tidak hanya menjadi semboyan, tetapi terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat pun diajak untuk terus menjaga semangat persaudaraan lintas iman demi masa depan Indonesia yang lebih damai.

Author Image

Related Post