Densus 88 Pastikan Pelaku Bom di SDN Jaksel Bukan Bagian Jaringan Teroris

By

Angharat Aida

14 Juli 2026, 01:51 WIB

Densus 88 Pastikan Pelaku Bom di SDN Jaksel Bukan Bagian Jaringan Teroris
Densus 88 Pastikan Pelaku Bom di SDN Jaksel Bukan Bagian Jaringan Teroris

STNK.CO.ID – 14 Juli 2026 | Jakarta – Densus Pastikan Pelaku Teror Bom di SDN Jaksel Tak Terkait Jaringan Teroris. Kepolisian melalui Densus 88 Antiteror memastikan bahwa pelaku aksi pengeboman di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Jakarta Selatan tidak memiliki hubungan dengan jaringan teroris. Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Mayndra Eka, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan kasus tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Baca juga:

Penjelasan Densus 88 Mengenai Insiden Bom di SDN Jaksel

Insiden yang mengguncang warga Jakarta Selatan ini terjadi pada pagi hari saat proses belajar mengajar berlangsung. Sebuah ledakan terdengar di area parkir sekolah, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Pelaku berinisial A (35) berhasil diamankan oleh warga sebelum diserahkan kepada aparat. Dalam keterangannya, Kombes Mayndra Eka menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, motif pelaku murni bersifat personal dan tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme terorganisir. “Kami sudah melakukan profiling dan pelacakan jejak digital. Tidak ditemukan bukti pelaku terafiliasi dengan kelompok teroris manapun,” ujar Mayndra. Densus Pastikan Pelaku Teror Bom di SDN Jaksel Tak Terkait Jaringan Teroris sebagai temuan penting yang meluruskan spekulasi di masyarakat.

Kronologi Singkat dan Tindakan Polisi

Ledakan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB saat beberapa siswa dan guru sudah berada di dalam gedung. Suara keras memicu kepanikan, namun pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh penghuni. Pelaku yang mencoba melarikan diri berhasil dihadang oleh petugas keamanan sekolah dan warga sekitar. Saat ini, pelaku telah ditahan di Mapolres Jakarta Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita beberapa barang bukti, termasuk bahan peledak rakitan dan alat elektronik. Densus 88 terus berkoordinasi dengan Polres setempat untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

Analisis: Bukan Tindak Pidana Terorisme

Kombes Mayndra menjelaskan, untuk dikategorikan sebagai terorisme, suatu perbuatan harus memenuhi sejumlah elemen seperti motif politik, ideologi, atau gangguan keamanan massal. Dalam kasus SDN Jaksel, motif pelaku lebih mengarah pada masalah pribadi. “Ini murni tindak pidana umum, bukan terorisme. Pelaku kami jerat dengan pasal kepemilikan bahan peledak dan percobaan pembunuhan,” tegasnya. Namun demikian, publik sempat khawatir mengingat rentetan aksi teror di Indonesia beberapa tahun terakhir. Dengan pernyataan resmi ini, Densus Pastikan Pelaku Teror Bom di SDN Jaksel Tak Terkait Jaringan Teroris diharapkan meredakan keresahan masyarakat.

Baca juga:

Reaksi Masyarakat dan Langkah Preventif

Warga sekitar SDN Jaksel menyambut baik klarifikasi dari Densus 88. Seorang orang tua murid, Rina (38), mengaku lega mengetahui bahwa insiden tersebut bukan bagian dari serangan terorganisir. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan. Sementara itu, Kapolres Jakarta Selatan menambahkan bahwa patroli rutin akan ditingkatkan di area sekolah-sekolah. Edukasi tentang bahaya bahan peledak dan cara evakuasi juga akan diberikan kepada para guru dan siswa.

Dalam perkembangan lain, tim labfor masih melakukan uji bahan peledak untuk mengetahui jenis dan asal material. Hasil forensik diharapkan rampung dalam waktu dekat. Meski demikian, Densus 88 memastikan bahwa tidak ada jaringan yang mendukung aksi pelaku. Densus Pastikan Pelaku Teror Bom di SDN Jaksel Tak Terkait Jaringan Teroris menjadi penegasan terakhir dalam kasus ini.

Kasus serupa di masa lalu seringkali memicu stigma negatif terhadap kelompok tertentu. Dengan transparansi informasi, aparat berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Kejadian ini juga menjadi pengingat penting bagi sistem keamanan sekolah untuk selalu siaga. Semua pihak diajak untuk tidak menyebarkan hoaks dan memercayakan proses hukum kepada pihak berwenang.

Baca juga:

Kesimpulannya, Densus 88 telah bekerja secara profesional dan objektif dalam mengusut kasus bom di SDN Jaksel. Hasil penyelidikan yang dirilis membuktikan bahwa tidak ada kaitan dengan jaringan teroris. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mendukung upaya polisi dalam menjaga keamanan.

Author Image

Related Post