Zelensky Menggila, Ukraina Bombardir Moskow dengan 400 Drone

By

Tyas muwaffaqah

20 Juli 2026, 21:51 WIB

Zelensky Menggila, Ukraina Bombardir Moskow dengan 400 Drone
Zelensky Menggila, Ukraina Bombardir Moskow dengan 400 Drone

STNK.CO.ID – 20 Juli 2026 | Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menunjukkan respons tegas setelah serangan besar Kremlin ke Kyiv. Dalam sebuah operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, Ukraina meluncurkan lebih dari 400 drone ke arah Moskow, Rusia, sebagai bentuk balasan. Aksi yang disebut-sebut sebagai ‘Zelensky Menggila Ukraina Bombardir Moskow-Tembak 400 Drone’ ini menjadi sorotan dunia internasional.

Baca juga:

Serangan drone tersebut dilaporkan menargetkan infrastruktur vital di ibu kota Rusia, termasuk pangkalan militer dan fasilitas energi. Menurut sumber militer Ukraina, lebih dari 400 drone dikerahkan dalam gelombang serangan yang berlangsung selama beberapa jam. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh sebagian besar drone, namun beberapa di antaranya berhasil mencapai sasaran.

Kronologi Serangan

Operasi ini dimulai pada dini hari waktu setempat, ketika drone-drone Ukraina terbang melintasi perbatasan dan mendekati wilayah Moskow. Sistem pertahanan udara Rusia, termasuk sistem S-400 dan Pantsir, dikerahkan untuk menghadapi serangan massal tersebut. Meskipun demikian, sejumlah ledakan terdengar di beberapa distrik Moskow, memicu kepanikan di kalangan warga.

Zelensky, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa serangan ini adalah respons langsung terhadap agresi Rusia yang menewaskan puluhan warga sipil di Kyiv beberapa hari sebelumnya. ‘Ini hanya permulaan. Kami tidak akan tinggal diam sementara rakyat kami dibantai,’ ujar Zelensky dalam pidato yang disiarkan televisi.

Baca juga:

Dampak dan Reaksi Internasional

Serangan drone Moskow ini memicu reaksi beragam dari komunitas global. Amerika Serikat dan sekutu NATO menyatakan dukungan mereka terhadap hak Ukraina untuk membela diri, namun juga menyerukan pengendalian diri untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. Sementara itu, Rusia mengecam serangan tersebut sebagai ‘tindakan teroris’ dan berjanji akan memberikan balasan yang setimpal.

Di dalam negeri Rusia, serangan ini memicu gelombang kritik terhadap pemerintah. Banyak warga Moskow yang merasa tidak aman setelah serangan drone mencapai jantung negara. Pemerintah setempat meningkatkan langkah keamanan, termasuk memberlakukan jam malam di beberapa wilayah.

Analisis Militer

Para analis militer menilai bahwa penggunaan drone dalam jumlah besar oleh Ukraina menandai perubahan taktik yang signifikan. Sejak awal perang, Ukraina telah mengandalkan drone untuk misi pengintaian dan serangan terbatas. Namun, dengan meluncurkan lebih dari 400 drone sekaligus, Kyiv menunjukkan kemampuannya untuk melancarkan serangan massal yang dapat membanjiri pertahanan udara musuh.

Baca juga:

Drone yang digunakan dalam serangan ini diduga merupakan jenis drone kamikaze buatan dalam negeri, yang dikenal dengan jangkauan panjang dan kapasitas muatan tinggi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa drone tersebut dilengkapi dengan teknologi penghindar radar, sehingga sulit dideteksi oleh sistem pertahanan konvensional.

Kesimpulan

Serangan 400 drone ke Moskow ini tidak hanya menunjukkan eskalasi konflik antara Ukraina dan Rusia, tetapi juga menandai era baru dalam peperangan modern. Dengan kemampuan untuk melancarkan serangan drone massal, Ukraina berhasil mengguncang Moskow dan memaksa Rusia untuk memikirkan ulang strategi pertahanannya. Meskipun dampak jangka panjang masih belum jelas, satu hal yang pasti: ‘Zelensky Menggila Ukraina Bombardir Moskow-Tembak 400 Drone’ telah menjadi babak baru dalam sejarah konflik ini. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.

Related Post