Daftar Isi
STNK.CO.ID – 13 Juli 2026 | Para penggemar One Piece pasti masih ingat momen emosional saat Portgas D. Ace, kakak angkat Luffy, gugur dalam Perang Puncak di Marineford. Kepergian Ace meninggalkan duka mendalam, namun juga meninggalkan warisan berupa Buah Iblis Mera Mera no Mi yang sempat menjadi simbol kekuatan dan semangatnya. Pertanyaan besar kemudian muncul: mengapa Sabo, kakak angkat Luffy lainnya, akhirnya memakan buah iblis tersebut? Artikel ini akan mengupas tuntas Alasan Sabo Makan Buah Iblis Mera Mera no Mi di One Piece dari sudut pandang naratif dan emosional.
Latar Belakang Kematian Ace
Ace adalah pemilik asli Mera Mera no Mi, buah iblis bertipe Logia yang memberinya kemampuan mengendalikan api. Kematiannya di tangan Admiral Akainu tidak hanya menghancurkan Luffy, tetapi juga Sabo yang saat itu baru saja ingat kembali tentang masa lalunya bersama kedua saudaranya. Setelah Perang Puncak, Mera Mera no Mi muncul kembali di dunia, dan buah tersebut menjadi rebutan banyak pihak karena kekuatannya yang legendaris.
Turnamen di Dressrosa: Kesempatan Kedua
Dalam arc Dressrosa, Donquixote Doflamingo mengadakan Turnamen Colosseum dengan hadiah utama Mera Mera no Mi. Luffy sebenarnya ingin mengikuti turnamen untuk mendapatkan buah itu sebagai kenang-kenangan Ace, tetapi ia lebih memilih untuk fokus mengalahkan Doflamingo. Di sinilah Sabo muncul dan memutuskan untuk bertarung mewakili Luffy. Sabo berhasil memenangkan turnamen dan memperoleh buah iblis tersebut, lalu memakannya di hadapan Luffy dan lawan-lawannya.
Makna di Balik Keputusan Sabo
Ada beberapa alasan kuat mengapa Sabo memilih untuk memakan Mera Mera no Mi. Pertama, Sabo merasa memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan warisan Ace. Sebagai saudara angkat, Sabo tahu betapa besar arti buah iblis itu bagi Ace dan juga bagi Luffy. Dengan memakannya, Sabo secara simbolis menghidupkan kembali semangat Ace dan memastikan bahwa kekuatan api tidak akan pernah padam. Kedua, Sabo menyadari bahwa Luffy masih terlalu lemah saat itu untuk mengendalikan kekuatan api secara langsung. Sebagai seorang yang lebih dewasa dan berpengalaman, Sabo lebih siap secara mental dan fisik untuk menguasai Mera Mera no Mi. Ketiga, secara strategis, Sabo ingin melindungi Luffy dengan kekuatan baru ini, karena ancaman dari Yonko dan Pemerintah Dunia semakin besar. Alasan Sabo Makan Buah Iblis Mera Mera no Mi di One Piece juga terkait erat dengan janji mereka bertiga untuk menjadi bajak laut yang hebat. Dengan memiliki kemampuan api, Sabo merasa lebih dekat dengan Ace dan dapat melanjutkan mimpinya.
Simbolisme dan Dampak Emosional
Keputusan Sabo memakan Mera Mera no Mi memiliki dampak besar pada penggemar. Adegan saat Sabo pertama kali menggunakan kekuatan api, dengan latar belakang kenangan Ace, menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam serial One Piece. Ini menunjukkan bahwa meskipun Ace telah tiada, semangatnya tetap hidup melalui Sabo. Baik Luffy maupun Sabo sama-sama mewarisi sesuatu dari Ace: Luffy mewarisi tekad dan kebebasan, sementara Sabo mewarisi api. Alasan Sabo Makan Buah Iblis Mera Mera no Mi di One Piece juga memperkuat tema persaudaraan dan pengorbanan yang selalu menjadi inti cerita Eiichiro Oda.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, keputusan Sabo untuk memakan Mera Mera no Mi adalah langkah yang tepat secara naratif dan emosional. Ia tidak hanya menghormati memori Ace, tetapi juga memperkuat ikatan antara para saudara angkatnya. Dengan kekuatan api, Sabo kini menjadi salah satu petarung terkuat di dunia One Piece, siap melindungi Luffy dan melanjutkan perjuangan Ace. Bagi penggemar, momen ini adalah pengingat bahwa warisan tidak selalu tentang kekuasaan, tetapi tentang cinta dan persaudaraan yang abadi.




