Wacana Kontroversial: Infantino Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim

By

Whitney Riany

13 Juli 2026, 07:51 WIB

Wacana Kontroversial: Infantino Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim
Wacana Kontroversial: Infantino Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim

STNK.CO.ID – 13 Juli 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menggemparkan dunia sepak bola dengan wacana terbarunya. Dalam sebuah forum diskusi, Infantino gulirkan wacana Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim, sebuah ide yang langsung memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar, analis, dan federasi sepak bola. Wacana ini muncul sebagai bagian dari upaya FIFA untuk memperluas partisipasi dan memberikan kesempatan lebih banyak negara tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Baca juga:

Latar Belakang Wacana

Gagasan memperbesar jumlah peserta Piala Dunia bukanlah hal baru. Sejak 2026, FIFA telah memutuskan untuk menambah jumlah tim dari 32 menjadi 48. Kini, Infantino ingin melangkah lebih jauh dengan mengusulkan 64 tim pada edisi 2030. Menurutnya, semakin banyak negara yang layak mendapat kesempatan untuk mewujudkan mimpi tampil di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut. Infantino gulirkan wacana Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim sebagai bentuk komitmen FIFA terhadap inklusivitas dan pengembangan sepak bola global.

Dampak Potensial Terhadap Format Turnamen

Jika wacana ini terealisasi, format Piala Dunia akan mengalami perubahan drastis. Dengan 64 tim, jumlah pertandingan akan meningkat signifikan, memerlukan lebih banyak venue, waktu penyelenggaraan yang lebih panjang, serta beban logistik yang lebih besar. Beberapa analis memperkirakan turnamen bisa berlangsung hingga dua bulan. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran soal kelelahan pemain dan jadwal yang bentrok dengan kompetisi klub.

Di sisi lain, pendukung wacana berargumen bahwa Piala Dunia yang lebih besar akan meningkatkan pendapatan FIFA, memperluas pasar, dan memberi kesempatan bagi negara-negara kecil untuk bersaing di level tertinggi. Namun, kritik mencuat bahwa kualitas pertandingan bisa menurun karena kesenjangan kemampuan antartim semakin lebar.

Baca juga:

Reaksi dari Berbagai Pihak

Wacana ini langsung mendapat respons beragam. Beberapa federasi sepak bola dari negara berkembang menyambut positif, melihatnya sebagai peluang emas. Sebaliknya, federasi Eropa seperti UEFA dikabarkan skeptis karena khawatir turnamen akan kehilangan gengsi dan daya tarik kompetitif. Pelatih dan pemain top juga angkat bicara, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kuantitas dan kualitas.

Seorang juru bicara FIFA menyatakan bahwa ide ini masih dalam tahap awal dan akan melalui diskusi panjang dengan pemangku kepentingan. Infantino gulirkan wacana Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim sebagai langkah awal untuk menguji respons publik dan internal. Keputusan final diperkirakan akan diambil dalam Kongres FIFA mendatang.

Implikasi untuk Sepak Bola Indonesia

Bagi Indonesia, wacana ini menjadi angin segar. Dengan format 64 tim, peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia semakin terbuka lebar. Sepak bola Indonesia yang tengah berkembang bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan prestasi. Namun, hal itu tetap membutuhkan kerja keras pembinaan usia muda, infrastruktur, dan kompetisi domestik yang kuat.

Baca juga:

Sejumlah pengamat sepak bola nasional melihat wacana ini sebagai cambuk untuk berbenah. Mereka berharap PSSI dan pemerintah serius mempersiapkan diri agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton saat Piala Dunia 2030 bergulir.

Kesimpulan

Wacana Infantino gulirkan wacana Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim membuka babak baru dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar. Meski menuai pro dan kontra, ide ini mencerminkan visi FIFA untuk menjadikan Piala Dunia lebih inklusif. Namun, implementasinya memerlukan kajian matang agar kualitas dan esensi kompetisi tetap terjaga. Bagi Indonesia, ini adalah peluang sekaligus tantangan untuk membuktikan diri di kancah global. Dunia sepak bola kini menanti langkah selanjutnya dari Infantino dan FIFA.

Author Image

Related Post