UMKM Tenun dan Kopi Sembalun Didorong Naik Kelas Lewat Legalitas Usaha dan KI

By

Whitney Riany

1 Juli 2026, 16:01 WIB

UMKM Tenun dan Kopi Sembalun Didorong Naik Kelas Lewat Legalitas Usaha dan KI
UMKM Tenun dan Kopi Sembalun Didorong Naik Kelas Lewat Legalitas Usaha dan KI

STNK.CO.ID – 01 Juli 2026 | Upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Sembalun, Lombok Timur, terus digencarkan. Khususnya, sektor tenun dan kopi yang menjadi andalan daerah tersebut kini mendapatkan dorongan signifikan melalui program legalitas usaha dan kekayaan intelektual (KI). Tenun, kopi & UMKM Sembalun didorong naik kelas lewat legalitas usaha dan KI [titlebase] menjadi fokus utama dalam berbagai inisiatif pemerintah dan lembaga keuangan, sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Baca juga:

Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini menggelar Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Tahun 2026. Program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa proses pembinaan terdiri dari tiga tahap: pendidikan kewirausahaan dan sertifikasi, magang atau sandboxing, serta evaluasi. Para peserta, termasuk pelaku UMKM tenun dan kopi dari Sembalun, akan mendapatkan pelatihan teknis dan bisnis, kemudian magang di usaha yang relevan. Misalnya, pengrajin tenun akan berkolaborasi dengan desainer, sementara barista kopi akan magang di kedai kopi ternama.

Program ini sangat relevan bagi UMKM Sembalun. Dengan legalitas usaha yang jelas, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, produk tenun dan kopi Sembalun dapat menembus pasar yang lebih luas. Selain itu, pendaftaran kekayaan intelektual, seperti merek dagang dan indikasi geografis, akan melindungi ciri khas produk dan meningkatkan nilai jual.

Pameran di Singapura: MASA Singapore 2026

Pada kesempatan terpisah, lebih dari 80 jenama Indonesia unjuk gigi di MASA Singapore 2026, yang berlangsung dari 2 Juli hingga 10 Agustus 2026 di Takashimaya Shopping Center dan Gardens by the Bay. Acara ini menampilkan produk fesyen, seni, musik, desain, dan kuliner. Dari subsektor fesyen, hadir nama-nama seperti Cita Tenun Indonesia dan Toba Tenun, sementara dari kopi, Suasana Kopi dan Rumah Koffie turut serta. Keikutsertaan ini menunjukkan potensi besar produk tenun dan kopi Indonesia di pasar global. Tenun, kopi & UMKM Sembalun didorong naik kelas lewat legalitas usaha dan KI [titlebase] menjadi langkah strategis agar produk-produk serupa dari daerah seperti Sembalun dapat mengikuti jejak sukses ini.

Baca juga:

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mendukung penuh penyelenggaraan MASA Singapore. Menurutnya, acara ini merepresentasikan babak baru kreativitas Indonesia di panggung dunia. Dengan kekayaan budaya dan semangat gotong royong, Indonesia bergerak dari talenta individu menuju dampak kolektif. Singapura menjadi pintu gerbang, dan dengan dukungan berbagai pihak, kita siap membawa inspirasi lokal menjadi gerakan global.

Pentingnya Legalitas Usaha dan KI bagi UMKM

Legalitas usaha dan kekayaan intelektual menjadi fondasi bagi UMKM untuk naik kelas. Tanpa legalitas, produk sulit masuk ke pasar modern atau ekspor. Sementara itu, KI melindungi inovasi dan identitas produk. Bagi tenun Sembalun, misalnya, motif khas dapat didaftarkan sebagai hak cipta, sementara kopi Sembalun bisa mendapatkan sertifikasi indikasi geografis yang membedakannya dari kopi daerah lain. Program dari BI dan partisipasi dalam MASA Singapore menjadi contoh nyata bagaimana UMKM dapat berkembang jika didukung legalitas dan KI.

Di tingkat lokal, Pemerintah Daerah Lombok Timur bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB gencar melakukan sosialisasi pentingnya KI. Banyak pelaku UMKM tenun dan kopi di Sembalun yang mulai menyadari manfaat mendaftarkan merek dan hak cipta. Dengan demikian, Tenun, kopi & UMKM Sembalun didorong naik kelas lewat legalitas usaha dan KI [titlebase] bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata.

Baca juga:

Kolaborasi dan Dampak bagi Perekonomian Lokal

Kolaborasi antara pemerintah pusat, BI, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sembalun. Produk tenun dan kopi yang telah memiliki legalitas dan KI akan lebih mudah diakses oleh buyer luar negeri. Selain itu, program magang membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Evaluasi berkala memastikan bahwa praktik bisnis berjalan sesuai standar.

Ke depannya, diharapkan lebih banyak UMKM di Sembalun yang mengikuti program serupa. Dengan demikian, ekonomi daerah akan bergerak positif, mengurangi pengangguran, dan menekan kemiskinan. Tenun, kopi & UMKM Sembalun didorong naik kelas lewat legalitas usaha dan KI [titlebase] merupakan langkah tepat untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi kreatif yang berdaya saing.

Kesimpulan

Upaya mendorong tenun dan kopi Sembalun agar naik kelas melalui legalitas usaha dan kekayaan intelektual merupakan strategi yang tepat dan didukung oleh program nasional serta promosi internasional. Dengan mengikuti program dari Bank Indonesia dan memanfaatkan momentum pameran seperti MASA Singapore, UMKM Sembalun memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bersaing di pasar global. Legalitas usaha memberikan akses permodalan dan pasar, sementara KI melindungi keunikan produk. Dengan sinergi semua pihak, Sembalun dapat menjadi contoh sukses desa wisata yang ekonominya ditopang oleh UMKM berdaya saing.

Author Image

Related Post