Daftar Isi
STNK.CO.ID – 03 Juli 2026 | Ramainya arus lalu lintas Jatim, khususnya di kawasan Surabaya Barat, telah lama menjadi keluhan warga. Setiap pagi dan sore, antrean panjang kendaraan menghiasi Jalan Raya Lontar, menghubungkan pusat perbelanjaan Pakuwon Trade Centre hingga kawasan hunian Citraland. Pemerintah Kota Surabaya akhirnya mengambil langkah strategis dengan membuka Jalan Radial Road Lontar pada akhir Juni 2026. Jalan baru sepanjang 2,8 kilometer ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan yang sudah menahun.
Latar Belakang Kemacetan di Surabaya Barat
Kawasan Surabaya Barat mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Area yang dulunya didominasi permukiman kini berubah menjadi pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan hunian vertikal. Pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, dan perumahan skala besar bermunculan, menarik ribuan kendaraan setiap hari. Namun, kapasitas jalan tidak bertambah secepat pertumbuhan kawasan. Akibatnya, kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari, terutama di Jalan Raya Lontar yang hanya memiliki dua jalur sempit.
Ramainya arus lalu lintas Jatim di titik ini tidak hanya membuang waktu, tetapi juga energi dan produktivitas. Banyak warga yang harus berangkat lebih pagi atau pulang lebih malam untuk menghindari macet. Fenomena ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur harus seimbang dengan pertumbuhan ekonomi.
Pembukaan Jalan Radial Road Lontar
Pada Senin, 29 Juni 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan uji coba Jalan Radial Road Lontar. Jalan ini menghubungkan Jalan Mayjen Jonosewoyo dan Jalan Lontar di Kecamatan Sambikerep. Pada tahap awal, hanya arus kendaraan dari timur ke barat yang diizinkan melintas, yakni dari arah Mayjen Jonosewoyo menuju Lontar. Sementara itu, arus sebaliknya tetap menggunakan Jalan Raya Lontar hingga evaluasi selesai.
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa sistem satu arah ini dipilih untuk mengatur lalu lintas secara bertahap. “Radial Road ini akan kita fungsikan untuk orang bisa lewat. Tapi hanya satu arah, dari timur ke barat,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi. Kebijakan ini juga diikuti dengan sosialisasi rencana pengubahan Jalan Raya Lontar menjadi satu arah dari barat ke timur. Dengan demikian, arus kendaraan akan terbagi dan tidak lagi menumpuk di satu titik.
Uji Coba dan Evaluasi
Pemerintah kota tidak serta merta menerapkan sistem penuh. Uji coba dilakukan untuk mengamati perilaku lalu lintas dan menyesuaikan rekayasa jika diperlukan. Eri optimistis bahwa setelah seluruh skema diterapkan, Ramainya arus lalu lintas Jatim di kawasan itu akan berkurang drastis. “Kan Jalan Lontar itu karena jalurnya kecil, ada dua jalur kan? Nah, ini dibuat satu jalur. Tapi ini sudah kita buka dulu biar mengurangi kemacetan,” tambahnya.
Harapan dan Dampak Investasi
Selain mengurai kemacetan, Jalan Radial Road Lontar diharapkan mendongkrak investasi di Surabaya Barat. Kawasan ini dikelilingi oleh proyek-proyek besar seperti Pakuwon dan Ciputra Group, yang merupakan pusat perdagangan dan jasa. Dengan akses yang lebih lancar, investor akan lebih tertarik menanamkan modal di area tersebut. Eri menegaskan bahwa jalan seharga Rp38 miliar ini bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga katalis pertumbuhan ekonomi.
Ramainya arus lalu lintas Jatim yang selama ini menjadi hambatan, kini diubah menjadi peluang. Pemerintah kota berharap dengan jalur baru, distribusi kendaraan lebih merata, dan waktu tempuh warga berkurang. Hal ini akan meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.
Tantangan dan Analisis
Meski optimisme tinggi, para ahli mengingatkan bahwa pembangunan jalan baru tidak selalu menjadi solusi permanen. Konsep induced demand menjelaskan bahwa penambahan kapasitas jalan justru dapat memicu peningkatan jumlah kendaraan. Artinya, jika tidak diimbangi dengan kebijakan transportasi massal yang memadai, kemacetan bisa kembali terjadi.
Oleh karena itu, keberhasilan Radial Road Lontar harus diukur dari dampak jangka panjang, bukan hanya kelancaran di minggu pertama. Pemerintah perlu terus memantau pola lalu lintas, mendorong penggunaan angkutan umum, dan mengintegrasikan dengan moda transportasi lain. Ramainya arus lalu lintas Jatim di titik lain pun perlu diantisipasi dengan perencanaan terpadu.
Kesimpulan
Pembukaan Jalan Radial Road Lontar merupakan langkah konkret Pemerintah Kota Surabaya dalam mengatasi kemacetan di kawasan barat. Dengan sistem satu arah dan uji coba bertahap, diharapkan Ramainya arus lalu lintas Jatim dapat terurai secara berkelanjutan. Jalan ini tidak hanya menjadi solusi transportasi, tetapi juga pendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, keberhasilannya bergantung pada evaluasi yang ketat dan kebijakan pendukung seperti pengembangan transportasi publik. Warga pun diimbau untuk beradaptasi dengan rekayasa lalu lintas baru demi mobilitas yang lebih lancar.




