Daftar Isi
Kecelakaan Maut di Gorong-gorong Bambu Apus
STNK.CO.ID – 11 Juli 2026 | Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong menjadi sorotan publik setelah insiden tragis terjadi di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Tiga pekerja tewas dalam kecelakaan kerja saat bekerja di dalam gorong-gorong. Salah satu korban merupakan warga negara asing (WNA) yang sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (13/3/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Para korban sedang melakukan perbaikan saluran air di gorong-gorong yang terletak di Jalan Raya Bambu Apus. Tiba-tiba, terjadi longsoran tanah dan material bangunan yang menimpa mereka. Saksi mata mendengar teriakan minta tolong dari salah satu korban, namun upaya penyelamatan terhambat karena kondisi reruntuhan yang parah.
Tim gabungan dari Basarnas, pemadam kebakaran, dan kepolisian dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam karena harus menggunakan alat berat untuk mengangkat puing-puing. Ketiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat di bagian kepala dan tubuh.
Korban WNA dan Reaksi Keluarga
Identitas korban WNA diketahui bernama Michael (40), seorang teknisi asal Filipina yang telah bekerja di Indonesia selama lima tahun. Ia merupakan bagian dari tim proyek perbaikan infrastruktur bawah tanah. Rekannya sesama pekerja Indonesia juga turut menjadi korban, yaitu Andi (35) dan Budi (42).
Keluarga Michael yang berada di Filipina belum dapat dihubungi secara langsung. Kedutaan Besar Filipina di Jakarta telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengurus pemulangan jenazah. Sementara itu, keluarga korban lainnya sudah mendapatkan santunan awal dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Penyelidikan dan Tindak Lanjut
Polsek Cipayung bersama Unit Kecelakaan Kerja Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan oleh struktur tanah yang tidak stabil dan kurangnya prosedur keselamatan kerja. Pihak kontraktor yang menangani proyek tersebut juga telah diperiksa.
Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan kerja yang ketat, terutama di lingkungan bawah tanah yang berbahaya. Pemerintah daerah berjanji akan mengaudit proyek-proyek serupa untuk mencegah tragedi serupa terulang.
Dampak pada Masyarakat
Warga sekitar merasa terguncang dengan kejadian ini. Mereka mengaku sering melihat para pekerja masuk ke gorong-gorong tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai. Salah satu warga, Rina (50), mengatakan bahwa ia pernah melihat korban WNA tersebut tersenyum ramah setiap kali berpapasan. “Saya tidak menyangka ia akan pergi seperti ini. Sangat menyedihkan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Perusahaan tempat para korban bekerja telah menyatakan duka cita dan akan bertanggung jawab penuh atas biaya pemakaman serta santunan bagi keluarga. Mereka juga berkomitmen untuk memperbaiki prosedur keselamatan kerja di masa depan.
Kesimpulan
Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong Bambu Apus merupakan tragedi kemanusiaan yang menyayat hati. Kecelakaan ini tidak hanya merenggut nyawa tiga pekerja, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan mereka. Pemerintah dan perusahaan harus segera mengambil langkah konkret untuk memperketat pengawasan keselamatan kerja, sehingga tidak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia di tempat kerja. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih mengutamakan keselamatan daripada kecepatan atau efisiensi proyek.




