Sering Buang Air Kecil Malam Hari? Kenali Gejala dan Penanganan BPH (Pembesaran Prostat Jinak)

By

Rohana Margery Hortensia

16 Juli 2026, 14:51 WIB

Sering Buang Air Kecil Malam Hari? Kenali Gejala dan Penanganan BPH (Pembesaran Prostat Jinak)
Sering Buang Air Kecil Malam Hari? Kenali Gejala dan Penanganan BPH (Pembesaran Prostat Jinak)

STNK.CO.ID – 16 Juli 2026 | Sering buang air kecil malam hari waspada gejala pembesaran prostat jinak BPH perlu dijadikan perhatian serius bagi pria berusia di atas 50 tahun. Kondisi ini bukan sekadar efek penuaan, melainkan bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kelenjar prostat yang memerlukan penanganan medis tepat. Dokter spesialis urologi, dr. Elita Wibisono, menjelaskan bahwa BPH atau benign prostatic hyperplasia adalah pembesaran prostat jinak yang sering dialami pria seiring bertambahnya usia.

Baca juga:

Apa Itu BPH?

BPH adalah kondisi di mana kelenjar prostat membesar secara tidak normal, namun bersifat non-kanker. Pembesaran ini dapat menekan saluran kemih dan menyebabkan berbagai gangguan berkemih. Gejala yang paling umum meliputi sering buang air kecil terutama pada malam hari, aliran urine lemah, kesulitan memulai atau menghentikan buang air kecil, serta perasaan tidak tuntas setelah berkemih.

Mengapa Sering Buang Air Kecil Malam Hari Terjadi?

Pada penderita BPH, kelenjar prostat yang membesar menekan uretra sehingga aliran urine terhambat. Akibatnya, kandung kemih harus bekerja lebih keras untuk mengeluarkan urine. Hal ini memicu rasa ingin buang air kecil lebih sering, terutama saat berbaring di malam hari. Jika Anda sering buang air kecil malam hari waspada gejala pembesaran prostat jinak BPH, sebaiknya segera konsultasi ke dokter urologi.

Baca juga:

Faktor Risiko BPH

  • Usia: Semakin tua, risiko semakin tinggi.
  • Riwayat keluarga: Jika ada anggota keluarga dengan BPH, risiko meningkat.
  • Obesitas: Berat badan berlebih dapat memperburuk gejala.
  • Gaya hidup: Kurang olahraga dan konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu BPH.

Diagnosis dan Penanganan

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik, tes urine, dan PSA (prostate specific antigen) untuk mendiagnosis BPH. Penanganan meliputi perubahan gaya hidup, obat-obatan, hingga operasi pada kasus berat. dr. Elita Wibisono menyarankan untuk tidak menunda pengobatan karena BPH yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi saluran kemih atau kerusakan ginjal.

Penting untuk diingat, sering buang air kecil malam hari waspada gejala pembesaran prostat jinak BPH jangan dianggap sepele. Deteksi dini dan penanganan tepat dapat meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, menghindari minum terlalu banyak sebelum tidur dan mengurangi kafein dapat membantu mengurangi frekuensi buang air kecil malam hari.

Baca juga:

Kesimpulan

BPH adalah kondisi umum yang dapat diatasi dengan baik jika diketahui lebih awal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti sering buang air kecil malam hari. Dengan penanganan yang tepat, Anda dapat kembali menikmati tidur nyenyak tanpa gangguan.

Related Post