Prabowo Ungkap Biang Kerok Konflik Timur Tengah Ada Lomba Nuklir: Esensi Perlombaan Senjata yang Memicu Ketegangan

By

Alexandreina Rozmonda

31 Juli 2026, 20:42 WIB

Prabowo Ungkap Biang Kerok Konflik Timur Tengah Ada Lomba Nuklir: Esensi Perlombaan Senjata yang Memicu Ketegangan
Prabowo Ungkap Biang Kerok Konflik Timur Tengah Ada Lomba Nuklir: Esensi Perlombaan Senjata yang Memicu Ketegangan

STNK.CO.ID – 31 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya meredam eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam pernyataannya yang disampaikan baru-baru ini, Prabowo Ungkap Biang Kerok Konflik Timur Tengah Ada Lomba Nuklir di antara negara-negara kawasan. Ia menilai perlombaan senjata nuklir menjadi akar utama yang memperkeruh suasana dan membawa dunia ke ambang ketidakstabilan yang lebih dalam.

Baca juga:

Pernyataan Prabowo soal Perlombaan Nuklir

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan bagaimana perlombaan senjata dapat membawa dunia ke jurang kehancuran. Ia merujuk pada Perang Dingin yang pernah menempatkan dunia di bawah bayang-bayang perang nuklir. Situasi serupa kini kembali terjadi di Timur Tengah, dengan aktor-aktor yang memiliki kepentingan strategis saling menunjukkan kekuatan.

Akar Konflik yang Rumit

Konflik Timur Tengah sebenarnya telah berlangsung puluhan tahun dengan berbagai akar masalah, mulai dari perebutan wilayah, perbedaan ideologi, hingga campur tangan kekuatan asing. Namun, Prabowo menilai dimensi nuklir menambah lapisan baru yang jauh lebih berbahaya. Ketika senjata nuklir menjadi alat tawar-menawar politik, setiap sengketa kecil berpotensi membesar menjadi pertarungan yang mengancam nyawa jutaan orang.

Prabowo juga menyoroti kurangnya mekanisme pengawasan yang efektif di kawasan tersebut. Berbeda dengan Eropa yang memiliki perjanjian pengendalian senjata, Timur Tengah belum memiliki kerangka kerja sama yang memadai untuk mencegah proliferasi nuklir. Inilah yang ia sebut sebagai biang kerok yang membuat konflik terus membara.

Dampak bagi Keamanan Regional dan Global

Perlombaan nuklir di Timur Tengah tidak hanya mengancam negara-negara di kawasan, tetapi juga stabilitas dunia secara keseluruhan. Ketegangan antara Israel dan Iran, misalnya, sering kali dikaitkan dengan isu pengayaan uranium. Ketika satu negara mengembangkan kemampuan nuklir, negara lain merasa terancam dan berusaha mengejar ketertinggalan. Siklus inilah yang menurut Prabowo harus segera dihentikan.

Baca juga:

Dampak lainnya adalah meningkatnya risiko konflik terbuka yang tidak disengaja. Insiden kecil di perbatasan atau serangan siber dapat disalahartikan sebagai serangan nuklir, sehingga memicu respons yang tidak proporsional. Selain itu, kelompok non-negara juga dapat memanfaatkan kekacauan untuk mendapatkan akses terhadap material nuklir, yang menjadi ancaman baru bagi keamanan internasional.

Sikap Indonesia: Perdamaian di Atas Segalanya

Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap berperan sebagai jembatan komunikasi antarnegara yang bertikai. Ia juga mengajak masyarakat internasional untuk serius membahas perlucutan senjata nuklir di Timur Tengah, bukan hanya sebagai isu bilateral, tetapi sebagai masalah kemanusiaan global.

Indonesia sendiri telah lama menjadi pendukung zona bebas nuklir, termasuk di kawasan Asia Tenggara melalui SEANWFZ. Pengalaman ini dapat menjadi modal berharga untuk memfasilitasi dialog serupa di Timur Tengah. Prabowo menekankan bahwa dunia tidak boleh kembali gagal dalam mencegah penyebaran nuklir, karena konsekuensinya akan sangat mengerikan bagi generasi mendatang.

Upaya De-eskalasi yang Mendesak

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menghentikan retorika saling mengancam dan membuka kembali jalur komunikasi langsung. Negara-negara besar juga memiliki tanggung jawab untuk tidak memainkan politik dua kuku yang sering kali memperkeruh situasi. Selain itu, penguatan peran badan internasional seperti IAEA perlu didukung agar pengawasan terhadap kegiatan nuklir di kawasan dapat berjalan lebih transparan.

Baca juga:

Prabowo mengingatkan bahwa ketenangan di Timur Tengah tidak hanya bergantung pada perjanjian formal, tetapi juga kesepakatan informal yang dibangun atas dasar saling percaya. Para pemimpin harus berani mengambil risiko untuk perdamaian, daripada mempertahankan status quo yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Dalam konteks ini, pernyataan Prabowo yang mengungkap lomba nuklir sebagai biang kerok konflik menjadi pengingat bahwa dunia tidak boleh lengah. Semangat untuk saling menjatuhkan hanya akan melahirkan kehancuran bersama. Sudah saatnya semua pihak duduk bersama dan menempatkan kepentingan kemanusiaan di atas kepentingan geopolitik.

Pada akhirnya, perdamaian Timur Tengah adalah tanggung jawab bersama. Tanpa kemauan politik yang kuat untuk menghentikan perlombaan nuklir, konflik akan terus berlanjut dan korban jiwa semakin bertambah. Indonesia, melalui kepemimpinan Prabowo, berkomitmen untuk terus mendorong solusi damai yang berkeadilan bagi semua pihak.

Related Post