Prabowo Tekankan Sinergi Pemerintah-BI-Himbara: ‘Kita Harus Satu Tim’

By

Reshawnda Morgance

31 Juli 2026, 07:50 WIB

Prabowo Tekankan Sinergi Pemerintah-BI-Himbara: 'Kita Harus Satu Tim'
Prabowo Tekankan Sinergi Pemerintah-BI-Himbara: 'Kita Harus Satu Tim'

STNK.CO.ID – 31 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya kerja sama yang solid antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dalam sebuah pertemuan yang digelar di Istana Negara, Prabowo menyampaikan Pesan Prabowo Buat BI Kita Harus Satu Tim sebagai landasan utama dalam memperkuat sektor keuangan nasional. Pesan ini disampaikan di tengah upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga:

Sinergi untuk Stabilitas Ekonomi

Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter mutlak diperlukan. Ia menilai selama ini sinergi antara pemerintah, BI, dan Himbara sudah berjalan baik, namun perlu ditingkatkan lagi agar kebijakan yang diambil dapat berdampak langsung pada masyarakat. Pesan Prabowo Buat BI Kita Harus Satu Tim menjadi pengingat bahwa semua pihak harus bergerak bersama, tidak sendiri-sendiri.

BI sebagai bank sentral memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi. Sementara itu, Himbara sebagai kumpulan bank BUMN menjadi ujung tombak penyaluran kredit ke sektor riil. Dengan adanya sinergi yang kuat, diharapkan kebijakan moneter dan fiskal dapat berjalan seiring, sehingga mendorong investasi dan konsumsi dalam negeri.

Dukungan untuk UMKM dan Sektor Prioritas

Prabowo juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Ia meminta agar perbankan, khususnya Himbara, lebih agresif dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas seperti pertanian, perikanan, dan industri kreatif. Pesan Prabowo Buat BI Kita Harus Satu Tim juga dimaknai sebagai arahan agar seluruh elemen keuangan bahu-membahu mengatasi tantangan global, seperti ketidakpastian pasar dan tekanan inflasi.

Baca juga:

Selain itu, presiden menekankan perlunya digitalisasi sektor keuangan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Dengan sinergi, pengembangan fintech dan sistem pembayaran digital dapat berjalan lebih cepat dan merata. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan sistem keuangan yang inklusif dan modern.

Komitmen BI dan Himbara

Menanggapi arahan presiden, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan kesiapannya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah. Ia menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, namun tetap waspada terhadap risiko inflasi. Sementara itu, para direktur utama Himbara yang hadir berkomitmen untuk meningkatkan penyaluran kredit produktif dan menjaga kesehatan bank masing-masing.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan awal, antara lain percepatan restrukturisasi kredit bagi UMKM yang masih terdampak pandemi, serta optimalisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diharapkan dengan adanya sinergi yang semakin erat, target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.

Baca juga:

Kesimpulan

Pesan Prabowo Buat BI Kita Harus Satu Tim bukan sekadar retorika, melainkan panggilan untuk aksi nyata. Dengan menyatukan kekuatan pemerintah, Bank Indonesia, dan Himbara, Indonesia dapat menghadapi tantangan ekonomi global dengan lebih percaya diri. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ke depan, implementasi dari arahan ini akan terus dipantau agar tidak hanya menjadi wacana, melainkan menghasilkan dampak yang terukur.

Related Post